DPD Minta Negara Segera Penuhi Keadilan Bagi Harun dan Reyhan

Iklan Semua Halaman


Loading...

DPD Minta Negara Segera Penuhi Keadilan Bagi Harun dan Reyhan

28 May, 2019

PORTALBUANA.COM, JAKARTA. – Negara harus memprioritaskan pengusutan delapan orang tewas dalam kericuhan yang terjadi di Jakarta 21-22 Mei lalu. Korban meninggal itu, dua anak-anak dan ratusan lainnya luka menjadi sorotan dunia internasional.

Wakil Ketua Komite I DPD, Fahira Idris, yang membidangi persoalan politik, hukum dan HAM meminta negara; baik itu Presiden, parlemen, kepolisian, komisi negara independen yang terkait terutama Komnas HAM, menjadi institusi yang bertanggungjawab memberi keadilan kepada seluruh korban terutama mereka yang meninggal. Kata dia, keadilan bagi semua korban terutama delapan orang yang meninggal menjadi ujian keberadaban bangsa ini.

Hal yang paling menuntut perhatian adalah dua anak-anak tewas yaitu Muhammad Harun Al Rasyid (14 tahun) dan Reyhan Fajari (16 tahun). “Keadilan bagi Reyhan, Harun dan korban lainnya harus segera dipenuhi negara,” kata Fahira, Senin (27/5).

Dia melanjutkan, j\ika negara berhasil memberi keadilan bagi korban, maka bangsa ini akan dikenal sebagai bangsa yang menjunjung tinggi kemanusiaan. Namun, jika keluarga korban haknya mendapat keadilan tidak dipenuhi, maka Indonesia akan distigma sebaliknya. “Ini sangat memalukan,” ujar Fahira menegaskan.

Fahira menegaskan, Komite I DPD meminta Presiden lebih responsif dan mengerahkan semua sumber daya negara untuk mengusut secara proporsional dan transparan atas jatuhnya korban dalam kericuhan 21 dan 22 Mei 2019. Negara harus mampu menyeret pelaku yang mencabut nyawa korban, temasuk ‘otak’ di balik kericuhan ini ke meja hijau.

“Kami minta Presiden lebih tegas dan responsif. Ini persoalan besar karena menyangkut martabat bangsa. Negara harus hadir memenuhi keadilan bagi keluarga korban.

Dia menyatakan, prioritas utama saat ini adalah keadilan bagi keluarga korban. Dia meminta agar presiden mengundang keluarga korban ke istana, dan memberikan jaminan bahwa negara hadir.

“Saya rasa begitu harusnya laku seorang pemimpin,” ucapnya.

Senator Jakarta iii berharap jatuhnya korban pada peristiwa kericuhan 21-22 Mei di Jakarta tidak menambah catatan kelam bangsa ini terkait kemanusiaan.

“Keluarga korban harus dipenuhi hak-haknya tanpa terkecuali, itu harus jadi prioritas negara saat ini. Oleh karena itu, pelaku dan ‘otak’ di balik kericuhan ini harus merasakan ‘tajamnya pedang keadilan’,” pungkas Fahira. (indonesiainside)