Pertamina Diminta Tegas Dalam Hal Pangkalan Gas 3 Kg di Balai Raja Saat Ini Yang Fiktif

Iklan Semua Halaman


Loading...

Pertamina Diminta Tegas Dalam Hal Pangkalan Gas 3 Kg di Balai Raja Saat Ini Yang Fiktif

27 May, 2019

PORTALBUANA.COM, KEC.PINGGIR.  Senin (27/05/2019), Menindaklanjuti masalah terkait adanya keberadaan pangkalan gas elpiji  yang keberadaan fiktif, laporan dan langsung kelapangan crew media Portal Buana Online pada Tanggal 20/5/2019, kepala LIP3 Riau selaku pemantau pelayanan publik bertemu manager Pertamina bagian gas 3 kg bernama bapak Aditia.

Pak Robby Sugara dan rekan rekan kembali munjumpai Kepala UPT Dispenda Kec. Pinggir Senin pagi di dalam ruang kerjanya. 

Kepala UPT Kec. Pinggir Bapak Syahril mengimbau kepada pihak Pertamina bagian tabung gas 3 kg yang beralamat jalan Sisinga mangaraja pekan baru supaya mensurfei sendiri kelapangan terkait dengan 2 Pangkalan yang berada di balai raja tersebut tidak tau keberadaannya. 


Keberadaan 2 pangkalan dengan alamat pertama di jln, Bengkalis dan kedua jln lintas Sudirman balai raja, yang dikatakan oleh meneger Pertamina bagian tabung gas 3 kg sudah ada data Base dikomputernya, dengan hasil penjelasan Manager Pertamina bagian Gas 3 kg bapak ADITIA selaku menejer Pertamina bagian gas 3 kg, Pak Syahril selaku Kepala UPT Kec. Pinggir meminta ketegasan dari pihak pertamina jln. Sisingamangaraja agar turun kelapangan biar ada saling kerja sama dalam pemantauan pangkalan gas tersebut, karena di Bengkalis data 2 Pangkalan yang sampai saat ini fiktif itu tidak ada juga tercatat di DISPENDA Kab. Bengkalis"pungkasnya Pak Syahril selaku kepala UPT DISPENDA Kec. Pinggir 


Pak Aditia selaku manager tidak memberi tahu siapa agennya, Berdasarkan ditemui dilapangan tentang adanya data Pangkalan gas 3 kg yang fiktif keberadaannya, pengawas atas pelaksanaan distribusi LPG 3 Kg juga sudah diatur dalam permen ESDM No. 26 tahun 2011, pengawasan penyediaan dan pendistribusian Elpiji 3 kg, sebagaimana dalam ketentuan pasal 33 permen, ESDM No. 26 tahun. 2011 hal tersebut dikonversikan dengan regulasi diatas yakni undang undang Darurat No. 8/1962. Tentang barang - barang dalam pengawasan. 


Ditambah lagi yaitu pasal 1 subsider 3E pasal 6 ayat 1 huruf B undang undang darurat No. 7/1995 tentang pengusutan, penuntutan dan peradilan tindak pidana ekonomi. Dan atau pasal 4 huruf A jungto pasal 8 ayat 1 perpu No. 8/1962 tentang pengawasan barang - barang yang kaitannya untuk ke stabilan ekonomi, tidak merasa puas dengan hasil penjelasan kepala pertamina bagian Gas 3 kg, lalu dia (Robby Sugara) pulang ke duri dan survey kelapangan sesuai dengan alamat pangkalan yang di beritahukan oleh Pak Aditia, ternyata alamatnya ditemukan Dan tidak ada Plangkat pangkalan dari Pertamina, Pak Robby Sugara dan rekan rekan dari LIP3 menganalisa bahwa pangkalan yang ada 2 buah di balai raja sesuai data diberikan Pak Aditia kepada kami selaku pemantau pelayan publik Riau ternyata Fiktif keberadaannya, dan kami kekantor UPT Kec Pinggir bertemu dengan pak Syahril dan bertanya tentang adanya 2 buah pangkalan yang ada di balai raja. 

Pak Syahril menjawab dengan tegas, "belum ada pangkalan gas di kelurahan balai raja dan kami menilai ada kenakalan dari agen, yang sampai saat ini di Bengkalis sendiri tidak ada datanya tercatat.

Ini ada apa ?? Kepala UPT DISPENDA Kec. Pinggir dan Bengkalis bisa kecolongan data ke pihak Pertamina, terkait masalah pangkalan gas 3 kg di balai raja, Kami akan melaporkan agen yang  mencoba - coba melakukan kecurangan, saya selaku kepala LIP3 akan menyurati Pertamina untuk peninjauan kelapangan kembali"Ujar pak Robby Sugar

Dan pihak Pertamina harus bertindak tegas dalam hal ini "pungkasnya Robby Sugara Selaku Ketua LIP3 " Tegasnya dan mengakhiri pembicaraan dengan media (SHT)