Polri Tidak Bantah Aparat Aniaya Korban di Dekat Masjid Al-Huda

Iklan Semua Halaman

Loading...

Polri Tidak Bantah Aparat Aniaya Korban di Dekat Masjid Al-Huda

25 May, 2019

PORTALBUANA.COM, JAKARTA – Polri menjelaskan sosok yang dianiaya Brimob dalam video viral di dekat Masjid Al-Huda, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dalam kasus tersebut, Polri mengatakan korban penganiayaan Brimob bukan bocah 15 tahun, tapi Andriyansyah alias Andri Bibir, yang berusia 30 tahun.

Polri memang sudah membantah jika korban adalah anak di bawah umur. Namun, Polri tidak bisa membantah tindakan kekerasan yang dilakukan oknum Brimob dalam video viral tersebut.

Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo selaku Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri tidak bisa membantah afas kesalahan prosedur yang dilakukan oknum Brimob terhadap Andri Bibir. Kekerasan itu tidak bisa dibenarkan, atas nama apapun.

“Dalam hal upaya penangkapan perusuh atas nama A alias Andri Bibir, apa yang dilakukan oleh oknum anggota tidak dibenarkan,” kata Dedi di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (25/5).

Dalam mengamankan pengunjuk rasa, aparat kepolisian tidak dibenarkan menggunakan kekerasan. Terlebih, korban sudah tidak melawan tak membahayakan petugas.

“Seharusnya kepada pelaku perusuh yang sudah menyerah, tidak boleh lagi dilakukan tindakan berlebihan, eksesif,” ujarnya

Dedi mengatakan, kasus penganiayaan akan ditindaklanjuti oleh Divisi Propam Polri. Pelaku akan dikenakan sanksi jika terbukti melanggar.

“Prinsip kepada personel Polri yang melakukan tindakan tidak sesuai dengan norma-norma yang ada di Kepolisian, pasti akan kami proses sesuai mekanisme yang ada. Insiden ini dipicu oleh penyerangan yang dilakukan oleh selain tersangka Andri Bibir kepada petugas, serta berupaya melarikan diri saat akan diamankan,” ujarnya.(INDONESIAINSIDE)