Ada Bom di Mapolresta Cirebon

Iklan Semua Halaman


Loading...

Ada Bom di Mapolresta Cirebon

16 June, 2019

PORTALBUANA.COM, Jakarta –Sabtu (15/6) sore kemarin, seorang pemulung menemukan lima buah kaleng di bak sampah depan anjungan tunai mandiri yang terletak dekat pintu gerbang utama Mapolresta Cirebon, Jawa Barat. Setelah sempat dibawa pulang, akhirnya si pemulung menyerahkan benda yang mencurigakan tersebut ke polisi. Ternyata, benda tersebut adalah bom aktif, bom kaleng.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolresta Cirebon, AKBP Roland Ronaldy. Langkah yang dilakukan oleh Roland pasca ditemukan bom tersebut adalah memerintahkan jajarannya untuk memperketat keamanan. “Kami lebih memperketat melakukan pengamanan di mako, baik di polres maupun polsek,” kata Roland.

Langkah yang dilakukan oleh Kapolresta Cirebon tersebut bisa dimaklumi. Pasalnya, bukan tidak mungkin bom kaleng tersebut akan disasarkan pada Gedung Mapolresta atau kepada petugas kepolisian.

Hal itu menginga, selain ditemukannya bom tersebut dekat dengan Mapolresta, polisi Cirebon pernah disasar oleh bom bunuh diri. Peristiwanya terjadi pada Jumat (15/4/2011) saat shalat Jumat di Masjid Adz-Dzikro, di lingkungan kompleks Mapolresta Cirebon.

Waktu itu, baru saja Imam shalat mengucapkan takbir “Allahu Akbar” yang pertama, sebuah ledakan membubarkan jamaah shalat. Mereke pada berjatuhan. Seorang tewas, 25 jamaah mengalami luka parah, termasuk Kapolresta Cirebon AKBP Herukoco yang berada di saf terdepan.

Ternyata, seorang tewas yang perutnya terburai adalah M. Syarif, pelaku bom bunuh diri yang masuk jaringan terorisme di Indonesia. Waktu itu, M. Syarif berpura-pura ikut shalat Jumat dan berdiri di saf terdepan di belakang imam.

Pasca bom bunuh diri di masjid Adz-Dzikro tersebut sejumlah orang yang terkait dengan jaringan M. Syarif diburu dan ditangkap. Dari mereka didapatkan informasi mengapa masjid di lingkungan Mapolresta Cirebon disasar. Ternyata, menurut pemahaman komunitas M. Syarif, masjid Adz-Dzikro adalah masjid dhiror yang harus dirobohkan.

Oleh sebab itu, sangat beralasan ketika Kapolresta Cirebon AKBP Roland Ronaldy mengambil inisiatif untuk memperketat pengamanan di mako, baik di polres maupun polsek di wilayah Cirebon. Sejarah biasanya akan berulang. (Indonesiainside/HMJ)