AS, Rusia Saling Menyalahkan Atas Hampir Tabrakan di Laut Cina Timur

Iklan Semua Halaman


Loading...

AS, Rusia Saling Menyalahkan Atas Hampir Tabrakan di Laut Cina Timur

08 June, 2019

Insiden itu terjadi beberapa hari setelah Washington dan Moskow berdebat tentang pesawat mata-mata yang diduga tidak aman di dekat Suriah.
PORTALBUANA.COM, Rusia dan Amerika Serikat saling menyalahkan pada hari Jumat atas hampir tabrakan di antara kapal perang di Laut Cina Timur karena masing-masing menuduh satu sama lain perilaku berbahaya dan tidak profesional.

Armada Pasifik Rusia mengatakan USS Chancellorsville, sebuah kapal penjelajah berpeluru kendali, datang hanya 50 meter dari kapal perusak Rusia Laksamana Vinogradov, yang terpaksa mengambil tindakan darurat untuk menghindari tabrakan, kata kantor berita Rusia melaporkan.

Insiden itu terjadi pada dini hari Jumat di bagian timur Laut Cina Timur ketika sekelompok kapal Rusia berada di jalur paralel dengan kelompok serangan angkatan laut AS.

"Kapal penjelajah rudal berpemandu AS Chancellorsville tiba-tiba mengubah arah dan memotong jalur kapal perusak Laksamana Vinogradov yang berjarak 50 meter dari kapal," kata Armada Pasifik Rusia dalam sebuah pernyataan.

"Sebuah protes atas frekuensi radio internasional dilakukan kepada para komandan kapal Amerika yang diperingatkan tentang sifat tindakan tersebut yang tidak dapat diterima," katanya.

Namun, versi peristiwa itu ditolak oleh Angkatan Laut AS, yang mengatakan perilaku kapal Rusia itu "tidak aman dan tidak profesional".

"Ketika beroperasi di Laut Filipina, sebuah kapal perusak Rusia ... melakukan manuver tidak aman terhadap USS Chancellorsville," kata jurubicara Armada Ketujuh AS Komandan Clayton Doss.

"Tindakan tidak aman ini memaksa Chancellorsville untuk mengeksekusi semua mesin kembali penuh dan bermanuver untuk menghindari tabrakan."

Dia menyebut pernyataan Rusia bahwa kapal AS bertindak berbahaya sebagai "propaganda".

Rusia dan AS secara teratur saling menuduh melakukan manuver udara atau laut yang berbahaya.

Insiden Jumat terjadi beberapa hari setelah Washington dan Moskow berdebat tentang pesawat mata-mata yang diduga tidak aman dicegat oleh jet tempur Rusia di dekat Suriah.

Pada Juni 2016, kedua tuduhan perdagangan tersebut setelah kapal-kapal angkatan laut berlayar saling berdekatan di Laut Mediterania bagian timur.

Sebulan kemudian, AS menuduh Rusia melakukan gerakan "agresif" dan "tidak menentu" oleh salah satu kapal perangnya di perairan yang sama. (aLJAZEERA)