Balai Bahasa Provinsi Sumbar Gelar Kegiatan Kelompok Diskusi Pengawasan Pengendalian Bahasa Negara

Iklan Semua Halaman

Loading...

Balai Bahasa Provinsi Sumbar Gelar Kegiatan Kelompok Diskusi Pengawasan Pengendalian Bahasa Negara

17 June, 2019


PORTALBUANA.COM - PARIAMAN. Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat menggelar kegiatan kelompok diskusi terpumpum Pengawasan dan Pengendalian Bahasa Negara ditingkat Pemerintah Kota Pariaman di Ruang Rapat Walikota Pariaman pada Jum'at, (14/6/2019).

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Pariaman, Hartati saat pembukaan mengapresiasi kegiatan ini dan berterima kasih kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat yang bersedia melaksanakan kelompok diskusi pengawasan dan pengendalian Bahasa Negara di Kota Pariaman.

" Saya mengucapkan terima kasih dan merasa senang karena Kota Pariaman ditunjuk sebagai salah satu kota yang melaksanakan kelompok diskusi ini dan kami dari Disdikpora Kota Pariaman memfasilitasi hal tersebut sehingga kegiatan ini bisa berjalan lancar dan sukses ".

" Semoga dengan dilaksanakannya kelompok diskusi ini akan kembali kita menggunakan bahasa yang baik dan benar sesuai dengan aturan yang berlaku, baik pengucapan ataupun cara penulisan bahasa tersebut karena sampai saat ini masih banyak kita temui penulisan tidak sesuai dengan ejaan yang benar, ungkapnya "

Sementara itu Ketua Pelaksana kegiatan kelompok diskusi Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat, Andriana Yohan yang didampingi oleh Peneliti Muda Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat, Wahyudi mengatakan, " kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan dari Balai Bahasa Sumatera Barat dan setiap tahun akan kita adakan pada Kota/Kabupaten yang berbeda. "

' Tujuan kegiatan ini diadakan adalah agar pemartabatan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara di badan dan ruang publik dapat tercapai dan Bahasa Indonesia bisa menjadi tuan di rumahnya sendiri, " ungkap Wahyudi.

" Saat ini banyak dilihat pada hotel, pintu keluar dan masuk kantor bahkan sampai ke toilet pun mereka tidak menggunakan Bahasa Indonesia sementara kita berada di Indonesia, jadi mulai saat ini mari kita jadikan Bahasa Indonesia menjadi Lambang kebanggaan nasional, cermin nilai sosial budaya yang mendasari rasa kebangsaan, lambang identitas nasional, alat pemersatu, alat perhubungan antarbudaya dan antardaerah, " terangnya.

Ia berharap dengan adanya kelompok diskusi ini, Pemerintah Kota Pariaman sudah bisa lebih sempurna menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan tetap menggunakan Bahasa Indonesia pada petunjuk - petunjuk khusus yang ada di area Pemerintahan Kota Pariaman dan akan diikuti sampai ketingkat desa sekaligus.(dhewie)