Event Wisata Nasional Ritual Bakar Tongkang

Iklan Semua Halaman

Loading...

Event Wisata Nasional Ritual Bakar Tongkang

20 June, 2019

PORTALBUANA.COM, Rokan Hilir. -Ribuan pengunjung warga etnis Tionghoa dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara memadati Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, di daerah pesisir Provinsi Riau, pada event wisata nasional ritual Bakar Tongkang, Rabu (19/6/2019) sore.


Diperkirakan tradisi turun temurun ini menyerap sekitar 76.000 wisatawan lokal maupun mancanegara seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Medan dan Pekanbaru, Malaysia, Taiwan, Tiongkok, Thailand, Australia, Singapura dan Prancis.


Sebelum dibakar, replika kapal tongkang yang sudah disiapkan sejak beberapa bulan lalu dilepas secara langsung oleh Bupati Rokan Hilir, H Suyatno dan Gubenur Riau Drs. H Syamsuar jajaran forum komunikasi pimpinan daerah lainnya serta tokoh masyarakat Tionghoa, Sugianto (Raja Baut) dari Kelenteng Tua Ing Hok King menuju lokasi pembakaran di Jalan Perniagaan.


Replika Tongkang itu digotong secara bergantian, diikuti peserta ritual dan pengunjung yang hadir. Rute arak-arakan Bakar Tongkang dimulai dari jalan klenteng selanjutnya melewati Jalan Perniagaan sampai ke lokasi ritual Bakar Tongkang.


Event wisata nasional tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bidang Multi Kultural Kementerian Parawisata RI Esthy Reko Astuti, Kapolda Riau, Korem 031 Wirabima, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau berserta rombongan, Sekda Rohil, Kodim 0321/Rohil, Kejaksaan Rohil, Kepala Dinas Pariwisata Rokan Hilir, serta kepala OPD lainnya. 

Puncak pembakaran replika kapal tongkang yang memiliki bobot hampir setengah ton dan berdiameter hampir sembilan meter dan memiliki lebar satu koma tujuh meter dan mempunyai dua buah tiang layar itu juga meninggalkan sepenggal cerita mistis bagi masyarakat etnis Tionghoa.


Pada akhir prosesi pembakaran replika kapal tongkang dengan menggunakan jutaan lembar kertas kuning itu disaksikan ribuan masyarakat dengan memegang Hio ditangan sembari memanjatkan doa permohonan keselamatan serta rezeki berlimpah.


Akhirnya secara perlahan-lahan jutaan kertas melahap habis replika kapal tongkang yang sudah diisi sembilan bahan pokok seperti gula, beras, minyak makan dan yang lain-lain sebagai persembahan kepada para leluhur.


Setelah dinanti akhirnya kedua tiang layar yang terletak ditengah kapal tumbang kearah laut dan dipercaya oleh warga Tionghoa pertanda tahun ini rezeki akan melimpah dilaut, seperti sektor perikanan dan lainnya.(Chan)