Pemain Game PUBG di Langsa Bakal Diganjar Hukuman Cambuk

Iklan Semua Halaman

Loading...

Pemain Game PUBG di Langsa Bakal Diganjar Hukuman Cambuk

23 June, 2019
Ilustrasi. Foto: Rencongpost.com

PORTALBUANA.COM, Aceh – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh sudah mengeluarkan fatwa haram bermain game PUBG dan sejenisnya. Sebagai tindak lanjut atas fatwa itu, Pemerintah Kota Langsa Aceh akan memberlakukan hukuman cambuk bagi pemain game tersebut.

Kepala Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Ibrahim Latif menyebutkan, wacana cambuk itu akan diterapkan setelah pihaknya menerima salinan terkait fatwa haram game tersebut dari MPU.

“Kalau menurut MPU game tersebut haram dan masuk dalam kategori judi, maka kita akan tertibkan,” kata Ibrahim Latif, Sabtu (22/6).

Kata Ibrahim, sebelum hukuman cambuk itu diterapkan mereka akan mengumpulkan sejumlah pemangku kepentingan untuk membahas rencana itu. Kemudian, baru diambil keputusan yang mengikat.

“Kita akan sosialisasi dan surati pemilik warnet, warkop dan penyedia game tersebut, jika tidak diindahkan maka akan dirazia dan ditindak,” jelasnya.

Sebelumnya, Aliansi Masyarakat Pengawal Fatwa (AMPF) Ulama Aceh mendukung langkah Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh yang mengeluarkan fatwa haramnya game PUBG.

Langkah dukungan itu disampaikan kepada wartawan dalam konferensi pers di Banda Aceh, Sabtu (23/6).

Juru Bicara AMPF, Teuku Farhan mengatakan, sebelum MPU Aceh menfatwa haramnya game tersebut, ternyata beberapa negara lain telah melakukannya seperti India, Nepal, Irak, dan China. Bahkan, beberapa negara lainnya seperti Malaysia dan Mesir sedang mewacanakan hal yang sama.

“Oleh karena itu, kami mengapresiasi sikap cepat MPU yang telah mengeluarkan fatwa tersebut yang dinilai memicu perilaku radikalisme, sikap agresif dan kecanduan pada level berbahaya yang dapat merusak mental generasi muda Aceh,” ujar dia. (indonesiainside)