Penyebar Video Asusila "JILBAB PINK Berhasil Diamankan Polres Kerinci

Iklan Semua Halaman

Loading...

Penyebar Video Asusila "JILBAB PINK Berhasil Diamankan Polres Kerinci

18 June, 2019


PORTALBUANA.COM - KERINCI. Pada hari selasa 18 juni 2019 jam  16.30 Wib anggota opsnal bersama anggota unit PPA polres kerinci Telah mengamankan  pelaku penyebar video asusila yang telah menghebokan warga Net seorang laki laki berinsyal NA Umur  21 tahun. Pekerjaan  Pengangguran  Yang beralamatkan  Rt. 06 Desa Sanggaran Agung, Kec. Danau Kerinci, Kab. Kerinci, Propinsi Jambi. 

NA diduga pelaku penyebar video asusila yang sempat viral dimedsos  "JILBAB PINK" tersebut dihadapan Unit PPA mengakui semua perbuatanya atas penyebaran video asusila juga mengakui adegan disalah satu pondok tempat rekreasi danau kerinci. 

Kapolres kerinci AKBP Dwi Mulyanto melalui kasat reskrim IPTU Toni Hidayat menyampaikan. "  Awalnya Korban anak dibawah umur disetubuhi oleh pelaku, dan saat disetubuhi, pelaku memvideoakan adegan persetubuhan tersebut di salah satu tempat  objek wisata pinggir Danau Kerinci  kemudian pelaku mengirimkan Video tersebut ke teman-teman Korban.

Atas kejadian tersebut korban melaporkan kejadian yang dialaminya kepolres Kerinci pada hari Jumat tanggal 13 Juni 2019, atas bukti permulaan yang cukup, anggota Unit PPA bersama Anggota Opsnal Polres Kerinci melakukan penangkapan terhadap pelaku.ungkap kasat Reskrim IPTU Toni hidayat. 

Kasat reskrim IPTU toni hidayat menambahkan "Berdasarkan dari Laporan Polisi Nomor : LP / B-348 / VI / 2019 / Spkt.1 / Res kerinci, tgl 13 juni 2019 Tentang Persetubuhan Anak di Bawah Umur.
Surat Perintah Penyidikan Nomor : Sp. Sidik / 36/ VI/ Res.1.4/ 2019, tanggal 17 Juni 2019. Surat Perintah Penangkapan Nomor : Sp.kap/ 31 / VI / res.1.4 / 2019,tanggal 18 Juni 2019. 

Adapun koronologis penangkapan Selasa tanggal 18 Juni 2019 sekira pukul 16.00 Wib, anggota Opsnal dan Unit PPA meminta Korban untuk memancing korban keluar dari rumahnya, setelah pelaku dan korban bersama, saat dijalan di Desa Sanggaran Agung, Anggota Opsnal dan Unit PPA berhasil mengamnkan pelaku dan membawa pelaku ke  polres kerinci untuk dimintai keterangannya.

Pasal yang akan dikenakan untuk pelaku adalah pasal 76 D Jo Pasal 81 Ayat (1) dan Ayat (2), persetubuhan terhadap anak dibawah umur, UU RI No. 35 tahun 2014, ttg Perubahan atas UU no 23 tahun 2002, ttg perlindungan anak.

Pasal 81(1) Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76D dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah). 
Sebagai catatan pada Pasal 76D dalam UU 23/2004 berbunyi "Setiap Orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan memaksa Anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain." Pungkas Kasat reskrim IPTU Toni Hidayat.

Untuk diketahui, setelah sempat viral video “Rexona Hijau” dan video “Biji Ketumbar”, warga Kabupaten Kerinci dan Sungaipenuh, kembali viral dengan beredarnya video syur lainnya, yang berjudul “Jilbab Pink. ( fc )