Surat Gelar Perkara di Dirtipidkor Bareskrim Polri Terkait Status Muhammad Jadi Dugaaan Korupsi Beredar

Iklan Semua Halaman

Loading...

Surat Gelar Perkara di Dirtipidkor Bareskrim Polri Terkait Status Muhammad Jadi Dugaaan Korupsi Beredar

17 June, 2019

PORTALBUANA.COM, PEKANBARU, - Belum diketahui asli atau rekayasa (palsu), salinan surat Direktorat Tindak Pidana Korupsi pada Bareskrim Polri terkait gelar perkara peristiwa dugaan tindak pidana korupsi dana kegiatan proyek pengadaan dan pemasangan pipa transmisi PE100 DN 500mm di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tahun 2013 silam yang ditangani oleh Ditreskrimsus Polda Riau dengan mantan Kabid Sumber Daya Air pada Dinas PU Riau, Muhammad yang konon dikabarkan menyandang status jadi tersangka, beredar.

Dimana Jum’at sore (14/06/2019) hingga Senin (17/06) pagi, Redaksi Harian Berantas menerima kiriman file surat yang sama sebanyak tujuh kali berturut-turut dari berbagai nomor WhatsApp yang berbeda.

Kemasan isi surat yang tak berlogo nota dinas, Nomor: B/ND-213/VI/ 2019/Tipidkor yang berperihal surat, “Undangan Gelar Perkara” itu, tertulis rujukan surat Kapolda Riau Nomor: B/639/VI/RS,3.3.5/2019/Reskrimsus, tanggal 11 Juni 2019 perihal permohonan gelar perkara. 

Kemasan tata acara gelar perkara pada nomor 2 (dua) surat menyebutkan, “Sehubungan dengan rujukan surat tersebut diatas, dimohon kepada tersebut alamat untuk mengikuti gelar perkara yang ditangani oleh Ditreskrimsus Polda Riau tentang dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan Pengadaan Pemasangan Pipa Transmisi PE 100 DN 500 mm di Kabupaten Indragiri Hilir yang menggunakan dana APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2013 atas nama Tersangka MUHAMMAD, ST,MT selaku Kuasa Pengguna Anggaran” (Sesuai surat yang beredar dan diterima Redaksi Harian Berantas).

Surat perihal “undangan gelar perkara” itu, tertulis dibuat di Jakarta, 13 Juni 2019 ditandatangani oleh atas nama Direktur Tindak Pidana Korupsi, Wadir, Drs Yan Sultra Indrajaya (Kombes Pol). Hingga berita ini ter-orbit belum ada keterangan Pers Bareskrim  Polri maunpun Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri.

Untuk mencari kebenaran surat gelar perkara di Dirtipidkor Bareskrim Polri terkait status Muhammad jadi tersangka yang beredar tersebut, pewarta media ini memastikan untuk meminta keterangan pihak terkait utamanya penyidik Polda Riau dan Bareskrim Polri.

Sebagai bahan informasi tambahan, Muhammad ST,MT yang kini menjabat sebagai Wakil Bupati Bengkalis, hingga kini tak dapat dihubungi guna konfirmasi, karena posisi bersangkutan (Muhammad-red), belum diketahui entah dimana. Bahkan via hendphon pribadinya pun saat dihubungi Wartawan, tak aktif. (SHT/berantas)