Teka-teki Motif Anshor Serang Bus Safari di Tol Cipali

Iklan Semua Halaman

Loading...

Teka-teki Motif Anshor Serang Bus Safari di Tol Cipali

18 June, 2019
Foto: Kecelakaan beruntun di Tol Cipali tewaskan 12 orang (Dok. Istimewa)

PORTALBUANA.COM, Cirebon - Anshor (29), penumpang bus Safari yang bekerja sebagai sekuriti di Jakarta diduga menjadi penyebab terjadinya kecelakaan beruntun yang tewaskan 12 orang di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) Km 150+900. Bus Safari yang kemudikan Roni Martampubolon berpindah jalur hingga menabrak kendaraan lain.

Kejadian maut yang tewaskan belasan orang itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIB, Senin (17/6/2019). Sebelum kejadian, Roni menerima telepon dari seseorang. Roni yang saat itu tengah teleponan tiba-tiba diserang Anshor. Akibatnya, bus pindah jalur dan menabrak kendaraan lain. 

"Ada seorang saksi, ini penting sekali saksinya. Saksi ini mengatakan bahwa ada seseorang yang menyerang sopir," ujar Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi kepada wartawan di RS Mitra Plumbon Cirebon, Jawa Barat, Senin (17/6/2019)

Seorang saksi yang melihat aksi penyerangan itu berada di belakang Roni. Namun, menurut Rudy, saksi tersebut mengaku tak mengingat kejadian secara detail setelah penyerangan yang dilakukan Anshor. "Ketika saksi sadar, tiba-tiba sudah kecelakaan," kata Rudy.

Bus Safari yang dikemudikan Roni itu awalnya melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon. Akibat adanya penyerangan, bus Safari berpindah ke jalur arah Jakarta. Bus Safari pun menabrak mobil Inova yang melaju di jalur arah Jakarta. Tak hanya Inova, bus tersebut menghantam mobil lainnya yakni Expander dan truk. 

"Total yang meninggal 12 orang, 11 luka berat dan 34 luka ringan," kata Rudy.

Anshor mengalami luka berat akibat kejadian itu. Sedangkan sopir bus tewas akibatkan kecelakaan maut tersebut. 

Polisi pun langsung mendalami motif penyerangan yang dilakukan Anshor. Dari hasil pemeriksaan sementara, Anshor mengaku mendengar percekapan telepon sopir yang mengancam nyawanya. Anshor berailibi bahwa Roni, sopir bus Safari ingin membunuhnya. 

"Menurut keterangan Anshor, bahwa sopir dan kernet itu hasil pembicaraan telepon akan membunuh dia, 'saya mau dibunuh sama sopir sama keneknya. Tahu dari mana, dari pembicaraan telepon," ucap Rudy.(dtk)