Usai Lebaran, Muhammadiyah Jiken Kembali Gelar Pengajian Silaturahim

Iklan Semua Halaman

Loading...

Usai Lebaran, Muhammadiyah Jiken Kembali Gelar Pengajian Silaturahim

16 June, 2019

PORTALBUANA.COM, Sidoarjo. Usai Ramadhan dan Idul Fitri 1440 H, warga Muhammadiyah ranting Jiken kembali adakan pengajian silaturahim bulanan bertempat di rumah Bapak Qosum Desa Jiken Tulangan, 16/6/2019.

Ustadz Abdul Jalil, S.Pd dalam uraian ceramahnya menjelaskan, pentingnya silaturahim antar umat muslim. Pertama sesama umat manusia dalam kehidupan saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya. Untuk itu kita jangan merasa hebat sendiri  (individual) dan menyombongkan diri. "Sadarlah kita manusia mahkluk sosial, manusia yang hidup di dunia tidak bisa hidup sendiri tanpa membutuhkan pertolongan orang lain. 
Kedua, tujuan silahturahim  untuk memastikan keadaan/kondisi  jama'ah tetap dalam keadaan sehat wal'afiat. " ujar Imam tetap Masjid Al Jihad Jiken itu.

Kemudian, tujuan mendasar penciptaan manusia pertama, untuk beribadah dan hanya menyembah kepada Allah SWT. Kedua, berbakti kepada kedua orangtua, berbuat baik kepada karib kerabat/sanak family (menyambung hubungan baik dengan mereka). 

Selanjutnya, jelas Ustadz Kondang itu, kita juga diwajibkan berbuat  baik kepada anak yatim, berlaku dan berbuat baik kepada orang miskin. Serta berbuat baik kepada tetangga. Karena tetangga merupakan saudara/keluarga terdekat kita terutama disaat kita membutuhkan pertolongan cepat. 

Selanjutnya berbuat baik kepada saudara yang jauh, ibnu sabil (orang yang dalam perjalanan kehabisan bekal). Terakhir kita harus berbuat baik kepada hamba sahaya, "terang Ustadz mantan kepala SMA 3 Muhammadiyah Tulangan.

Lebih jauh ditambahkan, tanggung jawab sebagai umat manusia dan muslim dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya saling menjenguk saudara jika ada yang sakit, ikut membantu mengurus jenazah saudari kita (memandikan, mensholatkan hingga mengantarkan kepemakaman. 

"Jika tetangga kita terbuka auratnya, kita wajib menutupinya. Artinya jika ada tetangga kita yang membutuhkan pakaian, maka kita wajib membantu memberikan pakaian. 

Selain itu, bagi tetangga kita yang diberikan nikmat oleh Allah SWT. Mari kita ucapkan selamat, bukan iri hati dan mencaci maki tetangga sendiri. " Janganlah kamu meninggikan rumahmu, sehingga udara tidak masuk kerumah tetanggamu. Terakhir jangan kamu menyakiti tetanggamu dengan bau sedap  masakanmu. Artinya kita harus saling berbagi dengan tetangga jika memasak masakan yang kita sukai. 

Barangsiapa yang beriman kepada hari akhir dan ingin mencium bau syurga maka hormati dan saling berbuat baik dengan tetanggamu. (Zulkifli)