Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin, Membuka Kegiatan Sosialisasi Sekolah Lapang Geofisika Tahun 2019

Iklan Semua Halaman


Loading...

Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin, Membuka Kegiatan Sosialisasi Sekolah Lapang Geofisika Tahun 2019

21 June, 2019

PORTALBUANA.COM, (Kota Pariaman)---Wakil Walikota Pariaman, Mardison Mahyuddin, membuka kegiatan sosialisasi Sekolah Lapang Geofisika Tahun 2019 diadakan Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padangpanjang, Rabu (19/6/2019) dengan tema membangun masyarakat Kota Pariaman, siaga, tanggap, tangguh, dan tawakal menghadapi ancaman bencana gempa dan tsunami. 

Sosialisasi dihadiri langsung oleh Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, Kepala Stasiun BMKG Padangpanjang, Irwan Slamet selaku pelaksana kegiatan, Kepala Bidang Tsunami BMKG, Tiar Prasetya, Kepala stasiun BMKG se Sumatera Barat, Forum Mesjid Peduli Bencana Kota Pariaman, Ketua Forum Pengurangan Resiko Bencana Kota Pariaman dan Sekretaris BPBD Kota Pariaman.

Wawako dalam sambutannya mengatakan atas nama Pemko Pariaman kami mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas kepercayaan kepala BMKG memilih Kota Pariaman sebagai tempat pelaksanaan kegiatan sekolah lapang gempa bumi tahun 2019.

" Dalam rangka pengurangan resiko bencana, Kota Pariaman juga telah banyak berbuat, mengingat tingginya resiko bencana gempa tsunami dan bencana lainnya yang mengancam wilayah Kota Pariaman ", ujarnya.

" Memberikan perlindungan atas bencana bagi warga masyarakat, pemerintah terus melakukan terobosan inovatif sebagai upaya antisipatif melalui kebijakan-kebijakan konkrit, antara lain dengan diterbitkannya UU Nomor 24 Tahun 2007  tentang penanggulangan bencana ", sambung dia.

Ia menjelaskan bahwa proses penyelenggaraan penanggulangan bencana terdiri dari tiga tahapan yakni pra-bencana, saat tanggap darurat dan pasca bencana. Untuk pengurangan resiko bencana Pemko Pariaman juga telah melakukan beberapa program kegiatan mitigasi bencana, diantaranya melakukan pengukuran ketinggian daerah dan mempublikasikannya, membuat peta evakuasi, membangun dan memperbaiki ruas jalan yang mendukung akses evakuasi, melakukan simulasi.

Selanjutnya, memfasilitasi pembentukan organisasi dan lembaga penanggulangan bencana berbasis masyakarat, forum mesjid peduli bencana Kota Pariaman, forum pengurangan resiko bencana (FPRB). Kemudian, melatih relawan siaga bencana lebih kurang 1400 orang yang tersebar di 71 desa dan kelurahan Kota Pariaman.

Pemko Pariaman juga telah menjalin kerjasama dengan organisasi kepemudaan, lembaga sosial dan lembaga komunitas dalam penanggulangan bencana antara lain BMKG, PMI, TAGANA, ORARI, RAPI, dll.

Kota Pariaman ada sepuluh macam bencana yang berpotensi melanda, lebih kurang 12,7 km panjang pantai di Kota Pariaman ditempati penduduk yang sangat padat. Kemudian, ditinjau dari bahaya bencana gempa berpotensi tsunami lebih kurang 2/3 penduduk Kota Pariaman rentan terhadap bahaya bencana tersebut.

Untuk itu Pemerintah Kota Pariaman mengimbau mari kita bekerjasama untuk melakukan upaya pengurangan resiko semaksimal mungkin.

Sosialisasi ini diadakan selama dua hari dari tanggal 19 s/d 20 Juni 2019 bertempat di Hotel Safari Inn Pariaman. (Erwin)