Hujan Es di Aceh akibat Fenomena Hidrometeorologi

Iklan Semua Halaman

Loading...

Hujan Es di Aceh akibat Fenomena Hidrometeorologi

07 July, 2019

PORTALBUANA.COM, Banda Aceh – Hujan es melanda Aceh Tengah dengan durasi 10 menit pada pukul 14.15 WIB sampai jam 14.25 WIB, Ahad (7/7). Fenomena alam ini menimpa lima desa di Kecamatan Jagong Jeget.

Hujan es memang sudah pernah terjadi di daerah lain di wilayah Aceh. Sebelumnya, terjadi hujan es disertai angin kencang puting beliung Lhok Keutapang di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Selasa, 5 Maret 2019. Setelah itu, terjadi di dua desa yakni Ujung Gele dan Pepalang di Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah, Selasa, 27 Maret 2019.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah mengingatkan agar masyarakat mewaspadai potensi hujan es yang merupakan dampak dari cuaca ekstrem dua pekan terakhir ini.

“Cuaca saat ini berpotensi kuat terjadi hujan es, seperti beberapa bulan lalu di Aceh,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Aceh, Zakaria Ahmad di Aceh Besar, baru-baru ini.

Hujan es disertai angin kencang di provinsi yang terletak di ujung Utara Sumatera ini merupakan salah satu fenomena hidrometeorologi biasa, dan kemungkinan akan terjadi setelah memenuhi beberapa syarat.

Syarat utama, yakni hadirnya awan-awan konvektif atau awan hujan tumbuh di dalam awan Cumulonimbus (Cb) berada di lapisan atmosfer, lalu memiliki dasar awan yang sangat rendah, dan terakhir bila massa udara di bawah permukaan awan memiliki suhu yang sangat dingin.

Hujan es yang turun dari awan Cb menuju ke bumi tersebut lazimnya berbentuk kristal-kristal berukuran kecil atau mirip batu es kecil, akibat uap air yang terkumpul ketika berada di awan Cb pada lapisan atmosfer.

“Tentu jika tiga syarat itu, sudah terpenuhi. Maka besar kemungkinan hujan turun berbentuk seperti butiran es, setelah uap air tersebut berada di awan Comulonimbus. Saat hujan es sangat rawan terjadi,” katanya

Bencana hidrometeorologi merupakan peristiwa alam akibat terjadi perubahan faktor cuaca, seperti banjir, longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, angin kencang, puting beliung, dan lain sebagainya. (ii)