Ini Radikals Yang Positif Versi Petinggi MUI

Iklan Semua Halaman


Loading...

Ini Radikals Yang Positif Versi Petinggi MUI

07 July, 2019

PORTALBUANA.COM, JAKARTA. Pendidikan agama merupakan mata pelajaran yang wajib diajarkan di semua jenjang pendidikan.

Hanya mereka yang tidak memahami pondasi kebangsaan Indonesia yang berdasarkan Ketuhanan yang ingin agar pendidikan agama dihapuskan dari sekolah-sekolah. Atau, mereka-mereka yang memang menolak ajaran agama, seperti kaum komunis. 

Hal itu dikatakan  Wakil Ketua Komisi Hukum MUI Pusat, Anton Tabah Digdoyo, dalam perbincangan dengan redaksi, Sabtu malam (6/7). 

“Manusia tidak bisa hanya mengandalkan hukum manusia untuk membangun peradaban yang meluhurkan martabat manusia,” kata pensiunan jenderal polisi bintang dua itu. 

Dia menambahkan, ada  dalil universal dari ribuan tahun silam yang mengatakan: no law without moral, and no moral without religion. Dalil ini memberikan kepastian bahwa agama adalah penentu peradaban.

“Filsuf Arnold Toynbee menyatakan generasi yang bisa membangkitkan peradaban adalah yang termasuk dalam creative minority yang memiliki karakter antara lain akidahnya tangguh, ibadahnya kuat, dan mencintai ilmu,” sambungnya. 

“Nah dengan apa kita membentuk generasi itu kalau tidak dengan mengikutsertakan pendidikan agama dalam jiwa kita?” tanya dia lagi. 

Anton Tabah menambahkan, memahami ajaran agama dengan benar dan sungguh-sungguh justru akan mencegah radikalisme, karena agama sesungguhnya sangatlah toleran. 

Bila memahami agama Islam dengan baik, akan lahir generasi “radikals” yang memuliakan martabat manusia. Radikals dalam hal ini, sambungnya lagi, adalah singkatan dari ramah, terdidik dan berakal sehat. [rmol]