Kapolres Lubuklinggau : Kita Harus Bijak Menggunakan Medsos

Iklan Semua Halaman

Kapolres Lubuklinggau : Kita Harus Bijak Menggunakan Medsos

27 July, 2019

PORTALBUANA.COM, LUBUK LINGGAU. - Harian Silampari Lubuklinggau menggelar platihan dasar jurnalistik tingkat SMP/MTs dan SMA/MAN se Kota Lubuklinggau di ballroom Hotel Cozy,pada Sabtu (27/7/2019).

Pelatihan dasar jurnalistik ini mengusung tema "Membentuk generasi Milinel BISA". Dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Lubuklinggau, H Tamri, CEO Linggau Pos Group, Solihin dan Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono selaku nara sumber menjelaskan terkait dengan sanksi hukum penyebar HOAX dan UU ITE. dimana saat ini, sudah banyak dalam memberikan informasi itu tidak benar atau fakta. Belum tentu hal itu seperti yang diinformasikan.

"Misalnya, ada dua personil yakni, polisi dan TNI. mereka sedang latihan karate. Namun, ada oknum yang tidak bertanggung jawab mengambil videonya, kemudian disebarkan melalui medsos. Dan dalam  videonya itu dibuatlah keterangan bahwa ada perkelahian aparat polisi dengan TNI. Padahal itu hanya latihan. Inilah namanya HOAX,"papar Kapolres.


lebih lanjut, Kapolres menerangkan ada beberapa hal tindak pidana beserta sanksi tegasnya yang diatur dalam UU nomor 11 tahun 2018 tentang informasi transaksi elektronik.

Pertama, tindak Kesusilaan yang diatur dalam Pasal 45 ayat 1 yakni, tindakan ini dengan pidana 6 tahun penjara dengan denda sebesar Rp.1 miliar. 

Kemudian, lanjutnya Perjudian itu dikenakan sama dengan tindakan kesusilaan yakni, pidana 6 tahun penjara dan denda Rp. 1 miliar.

Selanjutnya, penyebaran nama baik. "Ini dipidana 4 tahun dengan denda Rp.750 juta. Kemudian, pemerasan salah satunya di media sosial. Ini juga dikenakan pidana 6 tahun dan denda Rp.1 miliar. Begitupun juga dengan ujaran kebencian dengan pidana 6 tahun denda Rp.1 miliar,"jelas Kapolres.

Kapolres menekankan kepada pelajar agar generasi muda ini harus bijak dalam menggunakan medsos jangan sampai mereka salah menggunakannya. Karena jika salah itu sudah ada sanksi tegasnya sesuai UU ITE tersebut.

"Langkah yang paling bagus itu adalah tidak menggunakan handphone yang ada akses internetnya dan kedua tidak menggunakan akun. Ini paling aman. Boleh menggunakannya tapi, kita harus bijak,"pungkasnya. (fendi/adv)