Minibus Kashmir Terjun Ke Ngarai Kishtwar, Menewaskan Sedikitnya 35 Orang

Iklan Semua Halaman

Loading...

Minibus Kashmir Terjun Ke Ngarai Kishtwar, Menewaskan Sedikitnya 35 Orang

01 July, 2019
Beberapa penumpang selamat dari kejatuhan di distrik Kishtwar [Channi Anand / The Associated Press]

PORTALBUANA.COM, KASHMIR. Senin, 02/07/2019. Sebuah minibus yang penuh sesak menabrak ngarai di Kashmir yang dikuasai India pada Senin, menewaskan sedikitnya 35 orang dan melukai 17 lainnya, kata para pejabat, dalam kecelakaan kedua di negara bagian itu dalam waktu seminggu. 

Bus itu jatuh dari jalan pegunungan Himalaya di distrik Kishtwar ketika sopirnya menegosiasikan tikungan dan meluncur ke jurang sedalam 150 meter di sepanjang aliran berbatu, kata administrator sipil Angrez Singh Rana. 

Tujuh dari yang terluka berada dalam kondisi kritis dan dilarikan ke rumah sakit terdekat, katanya. 

Rana mengatakan 10 dari yang terluka diterbangkan dengan dua helikopter ke kota Jammu untuk perawatan khusus. 

Pejabat sedang menyelidiki apakah itu kerusakan mekanis atau kelalaian pengemudi. 

Petugas senior kepolisian MK Sinha mengatakan bus menabrak batu dan terbelah beberapa. 

Dia mengatakan bus 27 kursi itu penuh sesak. Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan belasungkawa melalui Twitter, dengan mengatakan, "Kecelakaan di Jammu dan Kashmir Kishtwar sangat menyayat hati. 

Kami meratapi semua yang kehilangan nyawa dan menyatakan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga yang terluka pulih secepatnya."



Itu adalah kecelakaan mematikan kedua dalam waktu kurang dari seminggu di negara bagian utara Jammu dan Kashmir, yang terkenal karena medan pegunungan dan catatan keselamatan jalannya yang buruk. Pada hari Kamis, sebuah minibus yang membawa siswa ke piknik menabrak ngarai di sepanjang jalan Himalaya lainnya di Kashmir, menewaskan sedikitnya 11 dan melukai tujuh lainnya. 

Jammu dan Gubernur Kashmir Satya Pal Malik mengatakan banyak pengemudi tidak terlatih dan dia telah memerintahkan pejabat negara untuk membatalkan lisensi mereka. 

"Sebagian besar kecelakaan terjadi karena pengemudi yang ceroboh dan tidak terlatih yang mengemudi tanpa memperhatikan aturan dan peraturan," kata seorang juru bicara pemerintah negara bagian mengutip gubernur. 

India memiliki jalan paling mematikan di dunia, dengan sekitar 150.000 tewas dan 470.000 terluka setiap tahun. 

Kebanyakan tabrakan dipersalahkan karena mengemudi sembrono, jalan yang tidak terawat dan kendaraan yang menua.