mgid.com, 375711, DIRECT, d4c29acad76ce94f MUHAMMAD IQBAL, S.H : Siapapun Nanti Jadi Gubernur Sumbar, Harus Mampu Membuat Aturan yang Melibatkan Hukum Adat di Ranah Minang

Iklan Semua Halaman

Wartawan PORTALBUANA Hanya Yang Tercantum Dalam Box Redaksi dan Dibekali Kartu Pers & Surat Tugas,
Loading...

MUHAMMAD IQBAL, S.H : Siapapun Nanti Jadi Gubernur Sumbar, Harus Mampu Membuat Aturan yang Melibatkan Hukum Adat di Ranah Minang

08 July, 2019

PORTALBUANA.COM, JATIM. Menjelang pemilihan Gubernur yang masih dalam waktu satu tahun lagi pada tahun 2020 mendatang di Sumatera Barat sejumlah partai yang mendapatkan kursi di Tk I sudah mulai memunculkan pilihan nama-nama yang akan mereka usung untuk berlaga di pilkada gubernur sumbar, sebut saja diantaranya partai PAN yang dinahkodai oleh bang zulkifli hasan memunculkan nama diantaranya Ali Mukni saat ini mejabat bupati Padang Pariaman, sadiq pasadique pada periode lalu digadangkan sebagai penantang terberat dan sebagaimana kita semua tahu saat itu pak sadiq mempunyai kans besar untuk bisa menang melawan IP namun karena dinamika politik tidak jadi dipasangan dengan almarhum Muslim Kasim dan tahun ini PAN kembali mencoba peruntungan dengan memunculkan lagi nama pak sadiq, dan di pihak lain ada PKS yang juga sudah memunculkan nama-nama seperti Riza Pahlepi walikota payakumbuah, mahyeldi walikota padang dan mantan mentri tifatul sembiring. Nah ini kan baru balon ya, jadi Kita tunggu nama-nama balon dari partai lain.

Dalam menghadapi pemilihan yang akan datang silahkan siapapun nama yang akan dimunculkan namun ranah minang butuh penyegaran yakni dalam hal pemimpin yang punya pemikiran untuk menjadikan sumbar punya terobosan baru dalam membangun sector perekonomian daerah. 

Jangan melulu kita ini terpesona dengan pemikiran hebat tokoh kita pada masa lampau sehingga lupa membangun ranah minang secara ekonomi apalagi dalam hal sumber daya alam bisa dikatakan sumatera barat sudah tidak ada yang bisa dijadikan unggulan kecuali sector pariwisata karena hampir disetiap daerah Ranah minang mempunyai destinasi wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. 

Kita harus bangga pada tokoh-tokoh kita iya, namun Kebanggan kita pada pemikiran ekonomi tokoh-tokoh minang yang dimasa lampau semestinya juga kita jadikan pedoman untuk terus memacu semangat masyarakat minang untuk bahu membahu membangun ranah minang bahwa kita ranah minang bisa terus lebih maju dalam perekonomian, disinilah gubernur ke depan nanti diharapkan mampu benar menjalin hubungan dan komunikasi yang baik dengan semua perantau. 

Sebagai contoh, pada tahun 2015 lalu Indonesia heboh dengan nama seorang pemuda Ricky Elson putra daerah minang, harusnya pemerintahan daerah sumbar dan masyarakat minang ikut mendukung agar bagaimana biar tahapan-tahapan itu bisa dilalui dan ijin keluar atau jika ijin memang tidak keluar coba bangun komunikasi dengan ricky untuk bagaimana membangun teknologi di sumbar. Nah ini kan contoh kasus bagaimana harusnya ke depan gubernur itu dalam menyikapi potensi SDM putra daerah untuk pengembangan daerah. 

Pak irwan prayitno pun selama 2 periode kepemimpinannya alhamdulillah sudah menampakan hasil dan pencapaian dari beberapa aspek untuk itu kita patut berterima kasih atas pencapaian itu meski tak banyak sehingga ranah minang masih terlihat biasa-biasa saja. Ke depan saat tongkat estafet ini akan diberikan maka harus diberikan pada penerus yang tepat yang sedikit lebih cepat dalam bergerak dan bertindak dari apa yang sudah dilakukan oleh IP selama 2 periode ini. Namun apresiasi tetap kita berikan pada beliau.

Dan yang tidak kalah penting kalau sumbar memang ingin mempunyai daya saing dengan daerah lain di indonesia adalah ke depan harus menseriusi untuk membuat regulasi atau aturan daerah yang sedikit longgar namun tetap berpihak pada daerah dan putra daerah seperti susahnya pembebasan lahan yang masih menjadi salah satu kendala terbesar untuk kemajuan sumbar. 

Nah untuk ini siapapun nanti gubernurnya bersama DPRD dan lembaga terkait nanti harus mampu membuat aturan yang melibatkan semua masyarakat hukum adat di ranah minang tersebut agar tercipta aturan yang disepakati bersama untuk kemajuan daerah sehingga kemajuan ekonomi benar-benar bisa kita wujudkan bersama.

Terakhir ranah minang harus dipimpin oleh pemimpin yang mengerti akan ranah minang yakni rohnya ranah minang adalah pendidikan dan pariwisata. Kita semua tahu sumatera barat sejak zaman pra kemerdekaan dan pasca kemerdekaan ranah minang menjadi salah satu daerah yang dituju untuk menggali ilmu maka kembalikan roh nya ranah minang sebagai daerah pendidikan ini, saya fikir akan menjadi tantangan baru bagi gubernur kita ke depan dan pariwisata. 2 aspek ini saja jika bisa dijadikan focus untuk membangun sumbar insya Allah kita akan menjadi daerah yang berdaya saing Nasional dan Internasional.

Loading...