Pakar Ekonomi: Perlu Perubahan Paradigma untuk Mengatasi Kesenjangan

Iklan Semua Halaman

Pakar Ekonomi: Perlu Perubahan Paradigma untuk Mengatasi Kesenjangan

28 July, 2019

PORTALBUANA.COM, BOGOR, -Banu  Muhammad,  Pakar Ekonomi  Islam  Universitas  Indonesia, memaparkan sebuah gagasan untuk dapat mengatasi ketimpangan ekonomi  yang  tengah terjadi  di  negeri ini. Pemaparan tersebut  ia lakukan pada acara Diskusi Produktif  yang  digelar oleh Pusat Sumber Belajar Dompet Dhuafa Pendidikan  (PSB DD Pendidikan) pada Kamis (24/7), di Kemang, Bogor. 

“Perubahan paradigm atau  shifting  paradigm  harus dilakukan.  Apa saja paradigm  yang harus diubah?  Kembali ke  agama  dengan memperbaiki kualitas manusia, berislam secara kafah, memperbaiki tata kelola ekonomi dan menegakkan perintah agama,” papar Banu. Banu sendiri hadir sebagai pembicara pada acara yang  mengangkat tema Ketimpangan Ekonomi: MajunyaIlmu Modern  Atau Kerakusan Manusia  (Science  and  Quranic Perspective)  tersebut. 

Gagasan Banu diungkapkannya lantarandirinya menilai system ekonomi dunia saat ini sangat sekuler.  Menurut Banu, tujuan utama aktivitas ekonomi  yang dilakukan oleh mayoritas masyarakat dunia adalah memenuhi self interest. Self interest tersebut menjadi identik dengan shelfishness di mana keuntungan personal  menjadi focus utama dan mengalahkan kemanfaatan sosial. Hal inilah  yang  menciptakan ketimpangan ekonomi. 


Di masa mendatang, lanjut Banu, nilai nilai keislaman harus ada pada setiap aktivitas ekonomi juga aktivitas lainnya sehari-hari. “Zakat harus menjadi penggerak ekonomi masyarakat, salah satunya untuk menopang dana pendidikan dalam konteks kebutuhan sosial”, lanjutnya. 

Banu juga menghimbau agar masyarakat memiliki visi akhirat dalam melaksanakan kegiatan ekonominya. 

Sebagaimana diketahui, dewasa ini ketimpangan ekonomi baik di Indonesia maupun di dunia, makin menjadi. Hal ini dibuktikan dengan survey yang dirilis oleh Oxpam International pada 2016 lalu. Survey tersebut menyebutkan bahwa 1% individu terkaya dari total penduduk Indonesia menguasai 49% dari total seluruh kekayaan  yang  ada di negeri ini. 

Lembaga yang sama juga merilis survey pada tahun 2017, menyebutkan bahwa Indonesia berada pada peringkat ke-6 dalam kategori distribusi kekayaan terburuk  di dunia. Sedangkan di tingkat dunia sendiri, masih pada tahun 2017, tercatat 8 orang terkaya menguasai kekayaan yang hamper sama dengan akumulasi harta yang dimiliki oleh 3,5 milyar penduduk atau setengah dari total penduduk dunia. 

Sebagai salah satu kontribusi terhadap upaya memecahkan permasalahan ketimpangan ekonomi, PSB DD Pendidikan menggelar Diskusi Produktif tersebut. “Tujuan yang ingin dicapai dari acara ini adalah untuk membedah pemikiran mengenai system ekonomi dunia. Selain itu, kami juga ingin membedah bagaimana pandangan science dan Alquran terhadap ketimpangan ekonomi  yang terjadi,” ungkap Dian Sumantri, Koordinator Perpustakaan PSB DD Pendidikan, selaku coordinator acara. 

Acara  yang  dihadiri oleh 25 orang  dari berbagai kalangan ini berlangsungl ancar. Antusiasme peserta membuat diskusi berjalan seru. Semoga pengetahuan  yang didapat dari acara ini bias diaplikasikan sebagai upaya menekan ketimpangan ekonomi dari unsure terkecil masyarakat yaitu diri sendiri (NR).
Loading...