Sudah Dikafani Tapi Hidup Lagi saat Mau Dikubur, Robi Pura-pura Mati gegara Terlilit Utang

Iklan Semua Halaman

Sudah Dikafani Tapi Hidup Lagi saat Mau Dikubur, Robi Pura-pura Mati gegara Terlilit Utang

30 July, 2019
Warganet digegerkan oleh beredarnya video mayat Robi Anjal, lelaki berusia 60 tahun di Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, yang mendadak hidup lagi seusai diturunkan dari ambulans. Ternyata dia pura-pura mati. [Facebook]

PORTALBUANA.COM, PONTIANAK. - Warganet digegerkan oleh beredarnya video mayat Robi Anjal, lelaki berusia 60 tahun di Kota Sampang, Madura, Jawa Timur, yang mendadak hidup lagi seusai diturunkan dari ambulans.

Peristiwa itu bukan hoaks, melainkan benar-benar terjadi di Pondok Karongan, Desa Tanggumong, Kecamatan Kota Sampang, Jumat (26/7) malam pekan lalu.

Berdasarkan informasi yang terhimpun, kala itu mayat Robi—warga Pontianak, Kalimantan Barat—tiba dibawa ambulans ke Sampang untuk dimakamkan.

Menurut keluarga, Robi semasa hidup pernah berpesan kalau meninggal dunia, harap dimakamkan di pesantren Pondok Karongan Sampang.

Pada video viral berdurasi 4 menit 15 detik itu tampak mayat Robi diturunkan dari ambulans. Tapi mendadak, mayat yang sudah dikafani itu bangkit dan hidup kembali.

Ketika hidup kembali, mayat Robi kejang-kejang hingga terjatuh dari ranjang dorong ambulans.

Belakangan diketahui, Robi tak benar-benar mati. Itu hanya akal-akalan. Mayat Robi juga dikafani oleh istrinya sendiri.

Kekinian, Robi ditangkap dan diperiksa di Mapolres Sampang untuk mempertangungjawabkan perbuatannya.

Sementara Kasubbag Humas Polres Sampang Ipda Eko Puji Waluyo melalui keterangan tertulis, Senin (29/7/2019), Robi masih diperiksa secara intensif.

”Dalam penyelidikan kami, peristiwa mati hidup kembali ini tak benar, hanya pura-pura. Pelaku sendiri yang merencanakan,” kata Ipda Puji Eko.

Ia menuturkan, berdasarkan pengakuan sementara Robi, ia melakukan hal itu karena mempunyai masalah utang piutang.

Eko menuturkan, masih mengumpulkan bukti untuk menyimpulkan apakah perbuatan Robi itu terdapat unsur pidana, terutama penipuan.

“Pastinya, warga merasa kecewa karena mereka sudah menggali liang lahat dan tahlilan. Kaget mereka,  ternyata itu hanya akal-akal pelaku,” tukasnya. [sc]
Loading...