Sat Brimob Polda Banten talkshow Sosialisasikan bahaya radikalisme

Iklan Semua Halaman

Sat Brimob Polda Banten talkshow Sosialisasikan bahaya radikalisme

08 August, 2019

PORTALBUANA.COM - SERANG. Guna menghindari penyebaran paham radikalisme dan untuk Menciptakan suasana aman, nyaman, tenang dan kondusif kepada masyarakat di wilayah hukum Polda Banten, Satuan Brimob Polda Banten melakukan sosialisasi mengenai pencegahan paham radikalisme.

Pada hari Kamis (8/8/19) Sat Brimob Polda Banten melakukan Talk show di Radio 104.8 PBS FM Cipocok Serang, dalam talkshow ini yang menjadi narasumber yaitu IPTU Edisson,S.IK wanterror sat brimob Polda banten di dampingi Bripka ari Ps Produk Intel brimob,Akp Mochamad Ridzky salatun,S.Ik, dan Iptu E.Yudhiana Paur mitra subbid penmas Bidhumas Polda Banten 

Dipandu oleh salah satu penyiar radio Pbs FM serang Rani, Dansatbrimob Polda Banten Kombes Pol Reeza Herasbudi, S.IK., M.M melalui IPTU Edisson,S.IK wanterror sat brimob Polda banten Menyampaikan mengenai pencegahan paham radikalisme, radikalisme merupakan suatu ideologi (ide atau gagasan) dan paham yang ingin melakukan perubahan pada sistem sosial dan politik dengan menggunakan cara-cara kekerasan atau ekstrim. 

"tindakan radikalisme ini merupakan sikap dan tindakan seseorang atau kelompok tertentu yang menggunakan cara-cara kekerasan dalam mengusung perubahan yang diinginkan. kelompok radikal umumnya menginginkan perubahan tersebut dalam tempo singkat dan secara drastis serta bertentangan dengan sistem sosial yang berlaku," Katanya saat talkshow di radio pbs fm.

Kemudian ia mengatakan bahwa radikalisme sering dikaitkan dengan terorisme karena kelompok radikal dapat melakukan cara apapun agar keinginannya tercapai, termasuk meneror pihak yang tidak sepaham dengan mereka. walaupun banyak yang mengaitkan radikalisme dengan agama terntentu, pada dasarnya radikalisme adalah masalah politik dan bukan ajaran agama

"Upaya yang sering kami lakukan dari kepolisian untu pencegahan terhadap aksi terorisme yaitu dengan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat dari pelajar hingga orang dewasa, patroli terhadap daerah daerah rawan radikalisme,"ujarnya.

 Terakhir ia menghimbau kepada masyarakat untuk kenali orang orang baru di sekitarnya, jangan ragu untuk mencari tau bila mana ada orang yang tidak dikenal di sekitarnya, lebih peka dan perduli terhadap lingkungan sekitar, serta turut andil dalam menjaga keamanan sekitar.

"Untuk selanjutnya masyarakat mewaspadai berita berita yang tidak jelas keberadaannya atau yang tidak jelas dari mana sumbernya ( hoax ), selalu laporkan bila di temukan hai- hal yang mencurugikan di lingkungan anda kepada kepolisian daerah setempat,jadikan diri anda mata dan telinga petugas kepolisian guna menunjang keamanan dan kenyamanan dalam berkehidupan bermasyarakat, dan terakhir adalah untuk selalu menyatakan bahwa terorisme adalah musuh bersama," Imbuhnya.( bidhum)