Satres Narkoba Polres Serang Kota Mengamankan Penjual Obat-obatan Terlarang

Iklan Semua Halaman

Satres Narkoba Polres Serang Kota Mengamankan Penjual Obat-obatan Terlarang

16 August, 2019

PORTALBUANA.COM - SERANG. Pengedar obat keras berupa pil Tramadol dan Hexymer diringkus petugas kepolisian Satuan Reserse Narkoba Polres Serang Kota Polda Banten. Dari tangan pelaku, polisi menyita bungkus plastik dan toples berisi 139 butir Tramadol dan 472 butir Hexymer.

Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandi Melalui Kasat Narkoba Polres Serang Kota AKP Wahyu Diana mengatakan, pengedar yang ditangkap itu bernama Artayun Alias Indra, pelaku ditangkap saat petugas melakukan penggerebekan di toko Kosmetik yang berlokasi di jalan Raya Ciruas-Petir Lingkungan Walantaka RT.008/001 Kelurahan Walantaka Kecamatan Walantaka Kota Serang, Selasa (13/08/2019).

"Pelaku kami tangkap atas informasi warga yang resah akan aktivitas toko kosmetik itu, toko kosmetik melakukan jual beli obat keras tanpa izin," kata Wahyu di ruangan kerjanya, Jumat (16/8/2019).

Toko kosmetik, lanjut Wahyu, yang digerebek petugas tersebut juga tidak memiliki izin. "Memang tidak berizin juga, kedoknya sebagai toko kosmetik, tapi utamanya jual beli obat keras secara bebas," imbuhnya.

Selain ratusan butir obat keras Tramadol dan Hexymer yang diamankan, uang ratusan ribu juga turut dibawa petugas saat proses penggeledahan.

"Saat penggerebekan di toko itu, kita amankan ribuan butir obat keras dan uang tunai hasil penjualan sekitar Rp 368 ribu, obat-obatan tersebut didapat dari saudara J”, ungkapnya.

Wahyu menambahkan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyuplai obat keras di toko itu.

"Kita masih dalami tersangka lain, berdasarkan pengakuannya ada yang kirim barang itu," tutupnya.

Atas perbuatannya, pelaku pengedar obat keras tanpa izin ini dijerat Pasal 196 junto pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. Meski bukan tergolong narkotika, obat keras Tramadol dan hexymer ini kerap disalahgunakan.( bidhum)
Loading...