Ustadz H. Abdul Jalil Ajak Jama'ah Bermuhasabah Diri

Iklan Semua Halaman

Ustadz H. Abdul Jalil Ajak Jama'ah Bermuhasabah Diri

09 August, 2019

PORTALBUANA.COM, Sidoarjo. -- Pengajian Rutin bulanan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Desa Jiken Kecamatan Tulangan berlangsung dengan khidmat,  bertempat dirumah Mas Ivan.

Ketua PRM Jiken  Hudi Hariyadi mengatakan,  Kegiatan keagamaan tersebut dilaksanakan 2 kali setiap bulan. Tujuan pengajian, untuk menambah wawasan keagaamaan para jama'ah serta memperkuat silahturrahmi sesama umat muslim khususnya warga Muhammadiyah. "Alhamdulillah jama'ah cukup antusias mengikutinya, terang Pria berambut tipis itu.

Diterangkan, hingga saat ini anggota Muhammadiyah Jiken berjumlah 72 Kepala Keluarga. Kedepan Mas Hudi berharap warga Muhammadiyah terus bertambah dan lebih berpartisipasi aktif lagi dalam setiap kegiatan Muhammadiyah, tutup Wakil Ketua Pasar Kaget Jiken tersebut.


Kemudian, bertindak sebagai penceramah, mubaliq senior Muhammadiyah H. Abdul Jalil,S.Pd. Dalam uraiannya, mengatakan, dalam hidup kita ini jangan banyak alasan dalam perkara menyembah kepada Allah SWT. Tapi manfaatkan nikmat umur untuk selalu taat beribadah kepadaNya. Selain itu, sebagai mahkluk sosial, kita jangan lupa memperbanyak silaturrahim antar sesama baik jama'ah maupun masyarakat dilingkungan desa ini, " sebut pria yang sebagian besar kehidupannya aktif dalam dunia pendidikan Muhammadiyah itu. Menurutnya, ada 3 hal yang akan dipertanyakan dan diminta pertanggungjawaban oleh Allah swt. Pertama, Umur yang diberikan kepada kita berapa persen digunakan untuk Allah SWT. 

Dalam surat An Nisa Allah swt menjelaskan barang siapa yang berbuat dosa maka dia akan menerima balasan sesuai kesalahan dan dosanya. Namun barang siapa yang berbuat kebaikan di dunia maka akan dilipat gandakan pahalanya di sisi Allah SWT.

Hendaknya dalam kehidupan dan umur kita di dunia ini selalu bernilai dan bermakna dalam beribadah kepadaNya. 


Dalam surat al anbiya ayat 47 Allah SWT. Menegaskan, Allah swt akan menyiapkan dan memasang timbangan yang tepat dan akurat. Tidak seorangpun yang dirugikan Allah swt, dan seandainya amalan sebiji sahwi pun Allah akan mendatangkan pahalanya. Dan cukuplah kami pembuat perhitungan.

Adapun yang kedua, adalah harta, didapat darimana dan dibelanjakan kemana. Depan belakang akan ditanya oleh Allah SWT. Untuk itu harta dititipkan jangan sampai berasal dari yang haram dan dibelanjakan kepada hal yang tidak menolong diri sendiri di akhirat nanti, "jelas Ustadz bertubuh jangkung itu.

Lebih jauh disampaikan Imam tetap Masjid Al Jihad Jiken, hari kemudian nanti para umat Muhammad akan diperlihatkan catatan amalannya selama hidup di dunia. Dan allah swt maha mengetahui apa yang mereka kerjakan. Dan membalas seadil-adilnya tanpa merugikan siapapun. Nabi Muhammad dan Rasul-rasul yang lain akan menjadi saksi bagi seluruh umat manusia. 

Terakhir lanjut Ustadz, hal yang ketiga akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan Allah SWT. Ilmu yang ditipkan kepada umatNya, apakah sudah kepada jalan yang benar yang di ridhoi sang Khaliq. "Untuk itu mari diusia kita yang singkat ini, kita selalu bermuhasabah diri dan menjadi umat yang terbaik sesuai keinginan Allah Swt dan para Rasulnya,"tutup sesepuh Muhammadiyah Tulangan itu. (Zulkifli)
Loading...