Pengerjaan Paving Block SD 37/ III Koto Tuo Kab Kerinci Diduga Asal asalan.

Iklan Semua Halaman

Pengerjaan Paving Block SD 37/ III Koto Tuo Kab Kerinci Diduga Asal asalan.

14 September, 2019


PORTALBUANA.COM - KERINCI. Proyek pengerjaan paving block yang dikerjakan pihak ke tiga di SD 37/ III desa koto tuo kecamatan depati tujuh kabupaten kerinci diduga pengerjaannya asal asalan tidak sesuai dengan spek juga tidak ada papan kegiatan.

Dari pantauan awak portal buana dilokasi pengerjaan paving block SD 37/ III koto tuo terlihat pengerjaan paving block tersebut tidak rapat kurangnya timbunan juga berantakan.

Kepala sekolah SD 37/ III koto tuo saat diconfirmasi awak portal buana menyampaikan" pekerjaan paving block ini saya nilai asal asalan tidak sesuai apa yang kami harapkan. Saya minta diulang lagi pengerjaan paving block ini. Saya tidak mau terima pengerjaan paving block yang tidak sesui dengan spek ungkap kepala sekolah SD 37/ III koto tuo.

Dilain tempat ketua DPD KPK TIPIKOR boy bunyamin menuturkan" pengerjaan paving block dari dinas pendidikan kabupaten kerinci saya menilai 80% yang dikerjakan pihak ketiga tidak sesuai spek salah semua. Sebagai bukti pengerjaan paving block yang diduga asal asalan cacat mutu pengerjaan paving block. SD 37/ III koto tuo. Banyak kesalahan saya lihat dalam pengerjaan tersebut.

Pengerjaan paving block SD 37/ III koto tuo kurang kedalaman penggalian begitu juga pemasangan paving block yang tidak rapat. Saya menilai asal jadi saja pengerjaannya. Ungkap ketua DPD KPK TIPIKOR.

Lebih lanjut ketua DPD KPK TIPIKOR menambahkan. " Terkait pengerjaan paving block SD 37/ III koto tuo asal jadi yang hanya mencari keuntungan besar sehingga cacat mutu dan merugikan negara saya akan laporkan kepihak yang bewajib untuk menindak lanjut adanya pengerjaan paving block SD 37/ III  koto tup yang asal jadi. 

Lemahnya pengawasan dari dinas pendidikan terhadap proyek pengerjaan Baik pacvng block SD 37 / III koto tuo maupun proyek proyek sekolah lain saya meminta bupati kerinci untuk menindak kadis pendidikan. yang Pungkas DPD KPK TIPIKOR mengakhiri pembicaraan ( fc)