Wujudkan Sinergitas, Belasan Pakar Coast Guard Asean Kumpul di Jakarta

Iklan Semua Halaman

SEGENAP REDAKSI PORTAL BUANA DAN BIRO PERWAKILAN MENGUCAPKAN SELAMAT ULANG TAHUN KABUPATEN KERINCI YANG KE 61 TAHUN. KOTA SUNGAI PENUH YANG KE 11 TAHUN,

Wujudkan Sinergitas, Belasan Pakar Coast Guard Asean Kumpul di Jakarta

29 October, 2019


PORTALBUANA.COM - JAKARTA. (Humas Bakamla RI / PR IDNCG).---   Sedikitnya 15 delegasi dari 5 negara Asean berkumpul di salah satu hotel di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa ( 29/10/2019). 

Mereka sengaja berkumpul di Jakarta dalam rangka memenuhi undangan Bakamla RI / Indonesian Coast Guard (IDNCG) untuk membahas akan semakin  pentingnya mempererat hubungan kerja sama kawasan Asean yang diramu dalam satu wadah acara yang bernama 3rd Expert Group Meeting On The Establishment Of Asean Coast Guard Forum (EGM On ACF).

Deputi Informasi, Hukum, dan Kerjasama Bakamla RI Laksda Bakamla Dade Ruskandar, S.H., M.H., dalam sambutanya saat membuka acara tersebut antara lain mengatakan, 
ASEAN Coast Guard and Maritime Law Enforcement Forum, atau ACF, pertama kali diinisiasi oleh Philippines Coast Guard dalam pelaksanaan ASEAN Maritime Forum Ke-Lima di Da Nang, Vietnam pada tahun 2014. 

Forum tersebut, lanjutnya,  dimaksudkan sebagai mekanisme pertemuan antar badan coast guard dan badan penegak hukum lainnya dengan fungsi coast guard milik negara anggota ASEAN untuk berdialog dan menjalin kerja sama institusional. 

Pertemuan pertama pembentukan ACF telah dilaksanakan di Manila, Filipina pada tahun 2015 di Manila, Filipina, di mana setelahnya, Concept Paper dan Terms of References telah diajukan dan didistribusikan untuk pembahasan lebih lanjut di antara negara anggota ASEAN, katanya.

Bakamla memandang pembentukan forum ini sebagai kesempatan para negara anggota ASEAN untuk confidence building dan meningkatkan kerja sama dalam menangani isu-isu yang ada di kawasan. Forum ini juga dapat menjadi kesempatan yang baik bagi negara anggota ASEAN untuk mendorong sentralitas ASEAN dalam mengatasi ancaman-ancaman maritim non-tradisional yang merupakan kepentingan bersama negara anggota ASEAN, katanya lagi.

"Karena kami percaya bahwa masalah ASEAN hanya dapat dengan sukses diselesaikan oleh solusi ASEAN melalui sentralitias ASEAN", tutupnya.

Sementara itu menurut Plh. Direktur Kerja Sama Bakamla RI selaku Penanggungjawab  Acara, Kolonel Bakamla Salim, S.E., pada hajad akbar tersebut  panitia sengaja menampilkan para nara sumber pilihan dari Bakamla RI, Kementerian Luar Negeri Indonesia, Philippine Coast Guard, serta perwakilan dari Asean Sekretariat.

Acara yang berlangsung 29-30 Oktober tersebut diikuti oleh 15 delegasi dari Philipina, Vietnam, Thailand, Kamboja, dan Indonesia sebagai tuan rumah, ucapnya. 

Masih menurut Kolonel Salim, pelaksanaan 3rd EGM on ACF pada tahun 2019 di Indonesia yang dilaksanakan oleh Bakamla RI bertujuan untuk memfinalisasi draft concept paper dan TOR berdasarkan masukan-masukan dari negara-negara lainnya, dalam hal ini  Singapura, Thailand, Laos, dan Kamboja guna proses lebih lanjut sesuai dengan mekanisme di Asean.  

Sementara itu maksud diselenggarakannya kegiatan 3rd Experts’ Group Meeting on the Establishment of ASEAN Coast Guard Forum (3rd EGM on ACF) adalah dalam rangka finalisasi pembahasan pembentukan ASEAN Coast Guard and Maritime Law Enforcement Forum (ACF) yang mana merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya pada tahun 2018, imbuhnya.

Autentikasi: 
Kasubbag Humas Bakamla RI Letkol Bakamla Mardiono

Loading...