Cerita Polisi Perbatasan, Gagalkan Selundupan Telur Ayam hingga Manusia

Iklan Semua Halaman

Wartawan PORTALBUANA Hanya Yang Tercantum Dalam Box Redaksi dan Dibekali Kartu Pers & Surat Tugas,
DOWNLOAD APLIKASI PORTALBUANA

Cerita Polisi Perbatasan, Gagalkan Selundupan Telur Ayam hingga Manusia

12 November, 2019

PORTALBUANA.COM - KALIMANTAN BARAT. Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, di Kabupaten Sanggau, merupakan satu dari 4 PLBN di Provinsi Kalimantan Barat, yang menjadi tempat keluar masuknya manusia baik dari maupun ke Indonesia.

Di PLBN Entikong, ratusan warga melintas setiap harinya. Para pelintas itu umumya masyarakat yang hendak menyelesaikan berbagai keperluan atau pekerjaan sehari-hari. Namun, ada pula pelintas yang hendak menjalankan misi lainnya yang bertentangan dengan hukum, yaitu penyelundupan.

Kepala Sub Sektor Polsek Entikong, yang merupakan penanggungjawab pengamanan polisi di PLBN Entikong, Ipda Nursalim, mengatakan bahwa berbagai barang dan modus selundupan beberapa kali terungkap di PLBN.

Menurut Nursalim, masih ada saja warga pelintas yang berusaha bermain curang dengan menyelundupkan berbagai barang kebutuhan pokok dari Malaysia maupun dari Indonesia. Kasus-kasus itu amatlah beragam, mulai dari penyelundupan telur ayam, daging ayam dan sapi, narkoba sampai manusia. 

“Yang kita temukan itu daging, telor, jadi sudah kita proses. Untuk tahun ini ada 4 kasus,” ungkap Nursalim di PLBN Entikong, Selasa (12/11).

Itu untuk kelas ringan. Kelas yang lebih berat, sering pula berhasil diungkap Nursalim dan kawan-kawannya sesama petugas jaga. Nursalim mengatakan, sepanjang tahun 2019, petugas PLBN sudah mengungkap empat upaya penyelundupan narkoba jenis sabu melalui PLBN. Namun menurutnya, selundupan tersebut masih dalam jumlah yang relatif terbatas.

“Ada 4 kasus juga tahun ini. Sabu. Namun demikian belum dalam jumlah yang besar-besar,” ujar Nursalim.

Nursalim mengatakan, pengungkapan penyelundupan itu dilakukan petugas polisi PLBN dengan berkolaborasi besama unsur lain seperti TNI, Bea Cukai, Direktorat Narkoba Polda Kalbar, hingga Imigrasi.

Dengan kolaborasi itu, petugas pengaman PLBN tidak saja mengungkap dan mengamankan penyelundup berdasarkan temuan barang bukti, namun juga menjadi mitra bagi BNN maupun Direktorat Reserse Narkoba dengan melakukan pengamanan DPO di lintas batas.

“Kemarin kita amankan orang itu di sini, DPO dari Polda Kalbar kan, dalam dua bulan ini sudah dua orang kita amankan di sini,” tuturnya.

Selain barang kebutuhan pokok dan narkoba, menurut Nursalim, penyelundupan manusia pun masih terjadi, dengan memanfaatkan lintasan PLBN Entikong.

Tahun 2019, katanya, ada empat kasus penyelundupan manusia yang berhasil diungkap Nursalim dan petugas PLBN lainnya.

“Lundup manusia ada empat kasus, dengan enam orang udah tersangka,” terang Nursalim.

Personil Tak Banyak

Nursalim menggambarkan, selama ini ia berupaya mengamankan lintas batas dengan maksimal, meski sebenarnya terbatas dalam hal jumlah personil.

“Pengamanan keberadaan subsektor di sini, anggota saya empat personil dengan lantas tiga personil, jadi ada tujuh personil,  itu kan kurang kita,” katanya.

Untuk mengatasi kekurangan itu, Nursalim mesti berpandai-pandai dalam mengatur strategi patroli. Salah satu caranya yaitu dengan memboyong serta petugas dari unsur lain dalam menjalankan patroli pengamanan PLBN.

Strategi itu, kata Nursalim, biasanya dilakukan di saat jam-jam dengan potensi penyelundupan yang tinggi, yaitu pada pagi dan sore hari. Di jam-jam itulah, Nursalim dan timnya menggencarkan patroli pengamanan di PLBN Entikong.

“Kita mengatasi ini pada saat mana yang ramai. Jadi pada saat kita ambil mana kawan kita yang ramai, misalnya bea cukai ramai, kita drop ke situ. Jadi kita ambil patroli di sini kita gunakan di jam-jam rawan. Rawan itu pagi sama sore,” cerita Nursalim.

“Kita rawannya ini yang kita takutkan adalah narkotika. Itu jam-jam border mau tutup itu. Itu yang kerawanan kita,” pungkasnya.