Dua Puluh Pemuda Diinkubasi untuk Motori Literasi

Iklan Semua Halaman

Wartawan PORTALBUANA Hanya Yang Tercantum Dalam Box Redaksi dan Dibekali Kartu Pers & Surat Tugas,

Dua Puluh Pemuda Diinkubasi untuk Motori Literasi

23 November, 2019


PORTALBUANA.COM, YOGYAKARTA. Telah menjadi isu nasional yang berkembang cukup lama, bahwa budaya literasi negeri ini masih rendah. Hal ini salah satunya dibuktikan dari peringkat Most Literate Nation in The World pada 2016 lalu, di mana Indonesia berada pada peringkat ke-60 dari 61 negara. UNESCO pada 2012 juga merilis data yang menyebutkan bahwa minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,1%. Itu artinya, hanya 1 dari 1.000 orang di Indonesia yang membaca.

Kondisi tersebut tentu saja bukanlah kabar baik. Selain pemerintah, banyak pihak kemudian bergerak untuk memperbaiki masalah literasi ini. Bagaimanapun, kondisi literasi menentukan kemajuan suatu bangsa.

Dompet Dhuafa Pendidikan (DD Pendidikan), sebagai salah satu lembaga swadaya masyarakat, turut memberikan kontribusinya. Melalui Divisi Jaringan Literasi, DD Pendidikan berupaya untuk membudayakan baca tulis di Indonesia. DD Pendidikan kemudian menggagas Gemari Baca, akronim dari Gerakan Mengajak Masyarakat untuk Mencintai Baca. Sesuai namanya, gerakan ini fokus pada peningkatan minat baca masyarakat.

Salah satu upaya yang ditempuh dalam gerakan ini adalah mengirimkan Duta Gemari Baca ketengah masyarakat. Program ini bertujua nuntuk memperluas kebermanfaatan dalam memberikan akses terhadap kegiatan literasi di berbagai daerah. Selain itu, Duta Gemari Baca juga berperan sebagai wadah bagi para pemuda untuk mengobarkan semangat literasi dan meningkatkan minat baca masyarakat. Melalui program ini, para pemuda yang terpilih akan ditingkatkan kapasitas dan kemampuannya dalam bidang literasi. Duta Gemari Baca sudah memiliki lima angkatan, dengan 93 orang anggota yang tersebar di Medan, Bandung, Bogor, Semarang, Makassar, dan beberapa kota lainnya.

Tahun ini, Duta Gemari Baca sudah memasuki angkatan ke-6. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini pemilihan Duta Gemari Baca dilaksanakan secara regional. Yogyakarta terpilih sebagai tuan rumah perhelatan tersebut. Selama tiga hari, Jumat sampai dengan Ahad (22-24/11), 20 pemuda yang terpilih menjadi Duta Gemari Baca akan menjalani inkubasi sebagai orientasi program dan peningkatan kapasitas literasi mereka.

Kegiatan inkubasi yang bertempat di Desa Wisata Pulesari, Sleman, Yogyakarta, ini mengangkat tema"Literaksi: Dari Jogja Wujudkan Indonesia Berdaya". Sejumlah ahli, praktisi dan profesional akan hadir sebagai nara sumber. Mereka adalah Bambang Edi Prasetyo (Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta), AgungPardini (GM Sekolah Kepemimpinan Bangsa, DD Pendidikan), Eko Prasetyo (Social Movement Institute), M. Shirli Gumilang (Sekolah Literasi Indonesia,  DD Pendidikan), Maria Tri Suhartini (Founder TBM Helicopter Gobook Maos, TBM Kreatif Rekreatif Nasional 2019), Triyanto (Founder TBM Guyub Rukun, TBM Kreatif Rekreatif Nasional 2018), Heni Wardatul Rohmah (Founder TBM Mata Aksara, Ketua FTBM D.I Yogyakarta), dan Joana Maria Zettira Da Costa (Duta Gemari Baca Batch 5).

Rangkaian kegiatan pada Inkubasi Duta Gemari Baca ini dilaksanakan dalam bentuk training, gathering, dan workshop literasi, serta sharing kepada masyarakat sekitar lokasi. Bentuk kegiatan yang demikian dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi para peserta untuk mengeksplorasi minat dan kemampuan mereka dalam bidang literasi. Sebagai tindak lanjut, para peserta akan dibimbing untuk merumuskan inovasi kegiatan literasi untuk diimplementasikan di daerahnya masing-masing. (NR)

Loading...