Kompolnas Apresiasi Kinerja Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir

Iklan Semua Halaman

Wartawan PORTALBUANA Hanya Yang Tercantum Dalam Box Redaksi dan Dibekali Kartu Pers & Surat Tugas,
DOWNLOAD APLIKASI PORTALBUANA

Perubahan Terhadap Pengumuman KPU KAB. TJB NOMOR 16


Kompolnas Apresiasi Kinerja Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir

31 December, 2019

PORTALBUANA.COM - SERANG. Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Andrea H Poeloengan mengapresiasi kinerja Kapolda Banten, Irjen Pol Tomsi Tohir. Apresiasi ini diberikan bukan tanpa sebab. Menurut Andrea, sejak pertama menjabat sebagai Kapolda Banten,Tomsi intensif menyambangi dan bersilaturahmi dengan para tokoh masyarat dan semua elemen masyarakat di Banten. Ia juga rajin menyambangi satuan kerja terbawah di Polda Banten. Tujuannya untuk mengetahui dan berempati, apa sebenarnya permasalahan yang dialami anggotanya di lapangan. “Yang saya tahu, beliau (Tomsi Tohir) sangat dekat dengan anggota dan keluarganya. Perhatian beliau kepada anggotanya sangat besar,” kata Andrea. 

Andrea menilai pemahaman lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1990 itu terkait penyidikan sangat bagus. Terbukti ketika Kompolnas melakukan penelitian terhadap penerapan Peraturan Kapolri (Perkap) No. 6 tahun 2019 tentang penyidikan, Tomsi mampu menjabarkannya secara sangat humanis dan akademis. “Beliau bilang penyidikan dan pemidanaan adalah Ultimum Remedium atau jadikan sebagai upaya terakhir,” ujarnya.

Menurut Andrea konsep Ultimum Remedium itu diterapkan Tomsi dengan sangat baik di Polda Banten. Buktinya, Polda Banten di bawah kepemimpinan perwira polisi yang lama berkarir di reserse itu, mampu mengungkap banyak perkara secara tuntas. Namun, Polda Banten juga melakukan tindakan pencegahan kejahatan dan pembinaan masyarakat dengan mengusung prinsip memulihkan keadaan serta penegakan hukum yang mendatangkan manfaat, tidak hanya bagi ketertiban umum tapi juga keadilan. “Untuk itulah silaturahmi selalu beliau kedepankan,” ucap Andrea.


Andrea mendukung ide Tomsi terkait bagaimana memulihkan wilayah hukum Polda Banten, sesuai dengan kondisi geografis dan juridis Provinsi Banten. Yakni dengan mempermudah pelayanan terhadap masyarakat, menghilangkan lepas tanggung-jawab sektoral, meningkatkan pembinaan terhadap masyarakat, dan membuat lebih fokus tanggung jawab dalam bertugas. “Ide brilian ini semata hanya untuk kepentingan masyarakat Banten, dan saya sebagai anggota Kompolnas sangat berharap agar Polri segera mewujudkannya,” urai Andrea. 


Kompolnas, ungkap Andrea juga mengapresiasi Polda Banten dibawah kepemimpinan Tomsi saat menangani kasus penusukan Wiranto (Saat itu menjabat sebagai Menkopohukam) pada Oktober lalu di Pandeglang, Banten . Pasca kejadian penusukan, Kompolnas melakukan klarifikasi terhadap jajaran Polda Banten dan Polres Pandeglang. Andrea menjelaskan bahwa hasil temuan dan rekomendasi Kompolnas pada intinya adalah Kapolda Banten dan Kapolres Pandeglang telah sesuai dan telah menjalankan Protap, SOP, dan ketentuan yang berlaku. “Artinya upaya yang dilakukan oleh Kapolda Banten dan Kapolres Pandeglang telah maksimal dan optimal, hanya takdir Yang Maha Kuasa di luar kemampuan manusia terjadi hal yang tidak diinginkan,” tukasnya.