Lima Tahun Tinggal Di Gubuk Yang Tak Layak, Keluarga Mering Tak Jua Dapat Bantuan RLH

Iklan Semua Halaman

Wartawan PORTALBUANA Hanya Yang Tercantum Dalam Box Redaksi dan Dibekali Kartu Pers & Surat Tugas,
DOWNLOAD APLIKASI PORTALBUANA

Perubahan Terhadap Pengumuman KPU KAB. TJB NOMOR 16


Lima Tahun Tinggal Di Gubuk Yang Tak Layak, Keluarga Mering Tak Jua Dapat Bantuan RLH

12 December, 2019

PORTALBUANA.COM, KEC.PINGGIR, Kurang lebih sudah lima tahun lama nya Mering warga Rt 01 Rw 01 desa pangkalan libut kecamatan pinggir tinggal di gubuk kecil yang sangat tidak layak untuk di tempati hingga kini terus bertahan hidup di gubuk kecil itu untuk menghidupi anak-anak nya yang masih kecil.

Kondisi yang tak layak itu Sudah seharus nya Ibu Mering mendapatkan bantuan Rumah layak huni RLH yang merupakan program dari pemerintah untuk masyarakat yang tidak mampu.

Tetapi sangat di sayangkan. program pemerintah dalam membantu masyarakat miskin Seperti Program RLH yang di realisasikan itu banyak yang tidak tepat sasaran sehingga banyak masyarakat yang tidak mampu tidak merasakan program dari pemerintah itu sendiri,

Pantauan di lapangan oleh Team Media Rabu(11/12/12) Tampak gubuk kecil berukuran sangat kecil dengan bedindingkan Plastik-plstik bekas dan karung bekar menempel di dinding dan lantai tanah di alaskan dengan karpet plastik sangat lah tidak layak untuk di tempati. 

Namun dengan kondisi itu ibu 2 anak itu hanya bisa pasrah dengan keadan nya sudah menjadi takdir di tambah sang suami pun tak pernah kembali pulang untuk melihat anak dan istri nya itu,

Informasi yang di rangkum oleh Team Media dari salah seorang tokoh masyarakat desa pangkalan libut yang juga mantan Kepala dusun Kadus. Akrap di sapa Pak Tani ketika berbincang-bincang di kediaman nya.

"memaparkan, Sebelumnya mereka berkeluarga tinggal di depan sebrang jalan lintas itu karna sudah tidak ada tempat tinggal nya lagi saya suruh dia tingal di belakang rumah dini dan tanah yang di tempati sekarang sudah saya ibah untuk beliau dan sekarang Mering itu tinggal sudah kurang lebih 5 tahun di sana.jelasnya.

Sementara itu ketika di tanyakan terkait bantuan Rumah layak huni RLH dari pemerintah yang di peruntuhkan untuk masyarakat tidak mampu Tani menjelaskan. dari dulu sudah pernah kita usulkan dan saya juga sempat berdebat masalah rumah layak huni kenapa yang di kategori kan masih mampun bisa dapat RLH. sedangan kan dia yang tinggal di gubuk seperti itu dan berkerja ngutip brondolan sawit bisa tidak dapat sudah 5 tahun ini.

Dulunya juga pernah kita sampaikan dan juga kita perdebatkan juga agar beliau ini dapat bantuan RLH dari pemerintah. namun tidak juga berhasil banyak bacam alasan yang kita terima. karna sudah sering kali kita juga dan sampaikan kepada pemerintah desa namun tidak juga dapat ya kita pasrah saja lagi.paparnya.

Tahun ini cuma ibunya saja yang dapat RLH Sedang kan Mering Sampai hari ini tidak juga dapat. padahal mereka sangat lah layak untuk mendapatkan RLH tapi pemerintah desa lebih memilih RLH tahun ini untuk masyarakat yang terbilang masih mambuk seperti di wilayah betuah ada 2 pengerjan rumah layak huni saat ini. 

kalo kita bilang di sana tergolong warga banyak yang mampu mayoritas banyak berkebun di sana tetapi warga yang seharusnya layak dapat jadi tidak dapat karna ada tebang pilih sehingga bantuan RLH ini tidak tepat sasaran,tandasnya,

Untuk itu kita sangat bergarap pemerintah kabupaten agar tau hal ini dan kami berharap pemerintah kabupaten melakukan peninjauan permasalahan RLH di desa kita ini penerima nya layak atau tidak layak jelas ini ada permaenan sehingga tidak tepat sasaran seperti ini,mengakhirinya tani.[sht]