Kontraktor Terzolimi, Ada Apa Dengan PPTK Dan KPA

Iklan Semua Halaman

Wartawan PORTALBUANA Hanya Yang Tercantum Dalam Box Redaksi dan Dibekali Kartu Pers & Surat Tugas,
DOWNLOAD APLIKASI PORTALBUANA

Perubahan Terhadap Pengumuman KPU KAB. TJB NOMOR 16


Kontraktor Terzolimi, Ada Apa Dengan PPTK Dan KPA

03 January, 2020

PORTALBUANA.COM, TUALANG MANDAU. Hendri Selaku kontraktor Menapik bahasa PPTK (KHAIRUL) Yang mengatak pernah memangil Hendri Selaku kontraktor dalam penghitungan Bobot proyek Jum'at (03/01) Siang** Proyek Turap Yang Berada Di Desa Koto Pait Beringin Kec.Tualang Mandau kontraktor sangat merasa dirugikan/Terzolimi dengan nilai bobot tarmen yang cuma dinilai hanya 65% oleh pihak PPTK Dan konsultan yang mengambil keputusan sepihak tanpa ada komunikasi dengan pihak kontraktor, dalam hal ini pihak kontraktor sangat kecewa  pada PPTK dan pihak KPA.

Sedangkan untuk pembayaran tarmen kontraktor hanya dihubungi melalui via telpon oleh anggota dinas PUPR dengan bahasa pencairan hanya bisa 65% sedangkan pihak konsultan pengawas bisa pembayaran 100% sementara pekerjaan proyek sempat terhenti hampir lebih kurang 1 bulan dikarnakan kondisi alam(banjir) secara otomatis konsultan juga tidak bisa turun kelapangan(tidak mengawas), SE konsultan pengawas bisa di hitung pakai jari turun kelapangan jelas Hendri.

Yang menjadi adanya kejanggalan kenapa pembayaran untuk konsultan bisa 100%  full sementara yang turun kelapangan selama proyek berjalan bisa di hitung dengan jari berdasarkan data lapangan, sementara kontraktor hanya bisa pencairan 65%, pihak kontraktor dalam hal pembuatan bobot untuk tarmen tidak pernah dilibatkan atau di ikut sertakan baik oleh PPTK Maupun oleh KPA Seharusnya Pemotongan persentase harus berlaku juga untuk pihak konsultan dilapangan Ini kenapa tidak terang Hendri .

Sementara pihak kontraktor hasil pekerja turap dilapangan hanya tinggal 100m lagi dengan volume hasil kerja sudah mencapai 85%, Selama dekade proyek berjalan KPA tidak pernah sama sekali turun kelapangan , hanya mengandalkan hasil laporan dari pihak konsultan pengawas  tanpa langsung turun melihat sudah sampai mana hasil perkejaan ,masyarakat koto pait beringin sangat berharap akses jalan tersebut cepat siap karena untuk meningkatkan taraf ekonomi hajat hidup orang banyak


Hendri mengaku didzolimi oleh PPTK, sedangkan Dari awal mulai kerja saya udah dizolimi dengan dihalangi dengan pembelian Geoteck harus dengan pihak PPTK Ada apa Dengan Bisnis terselubung pihak PPTK ? Diketahui bernama Khairul dan KPA Dionggi hingga pengerjaan proyeknya bernilai Rp 5,5 Milliar tidak dicairkan dengan tudingan bobot pengerjaan hanya mencapai 65% .Sementara pengerjaan terhenti dikarenakan banjir hampir lebih kurang 1 bulan/kondisi alam yang tidak bersahabat.

Dalam hal ini" Kinerja PPTK dan KPA nya sungguh tidak profesional seolah olah diduga ada permasalahan pribadi dikait kaitkan kedalam pekerjaan, permohonan saya agar keduanya dapat diberikan sangsi Tegas karena sudah sangat merugikan kontraktor. Dalam  Penghitungan bobot saya tidak ada dilibatkan saya selaku rekanan  Setau saya sudah mencapai 80% dan dibilang hanya 65% , ini yang buat saya jengkel. Sementara KPA sekali pun tidak pernah turun kelapangan selama proyek itu ada,hanya menghandalkan laporan dari pihak konsultan dan PPTK saja "tuding Hendri.

Dikatakan Hendri, ulah kedua penjabat PUPR Bengkalis tersebut, dirinya tak bersedia lagi melanjutkan pekerjaan yang hanya tinggal beberapa ratus meter  usai dikerjakan karna semua alat berat yang dipergunakan tersebut udah dibawa keluar dari lokasi kerja pembangunan turap." Pak Bupati diharapkan bisa meninjau ulang kelapangan terkait permasalahan yang di akibatkan oleh PPTK Yang kurang propesianal dilapangan, Jalan yang seharusnya sudah bisa dinikmati masyarakat hanya tinggal mimpi dirasakan, jalan utama  Kecamatan Talang Muandau ini adalah akses berharga sekalu bagi masyarakat yang selama ini bertahun tahun mengalami kebanjiran, tapi karena ulah mereka, apa hendak dikatalah yang rugi masyarakat semua. Mirisnya, jatah Konsultan pengawas bisa dibayarkan 100% ,"keluhnya.

Kepala desa Koto Pait, Abu sofyan saat dikonfirmasi membenarkan pernyataan kontraktor Hendri karna ulah penjabat PUPR Bengkalis yang dinilai mempersulit dan menghambat pembangunan akses insfrastruktur yang menghubungkan 9 Desa di Kecamatan Talang Muandau. Selama ini kondisi jalan sebelum dibangun Turab sangat memprihatinkan, banjir dan susah dilalui masyarakat sangat resah dengan terhentinya pengerjaan tersebut, karna dengan cepatnya selesai jalan/Turap dengan mudah masyarakat desa koto pait beringin untuk pengaksesan pendistribusian hasil kebun 

"PPTK nya terlalu banyak ulah. Kasihan kontraktor dan efeknya juga bagi kami warga masyarakat yang membutuhkan pembangunan  turab itu cepat diselesaikan. Kondisinya kini jika hujan dipastikan sulit dilewati karena masih ditimbun tanah kuning, kami minta Pemerintah segera turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan ini. Jika tidak, masyarakat di sembilan desa ini akan ribut dikarenakan turab ini menjadi denyut nadi sejumlah desa jadi tergendala pembangunannya,"ancamnya._