Proyek Turap Koto Pait Beringin Aneh, Kontraktor Hendri Kecewa Dengan Kinerja PPTK Dan KPA

Iklan Semua Halaman

Wartawan PORTALBUANA Hanya Yang Tercantum Dalam Box Redaksi dan Dibekali Kartu Pers & Surat Tugas,
DOWNLOAD APLIKASI PORTALBUANA

Proyek Turap Koto Pait Beringin Aneh, Kontraktor Hendri Kecewa Dengan Kinerja PPTK Dan KPA

03 January, 2020

PORTALBUANA.COM, DURI. Di akhir tahun 2919 Hingga Telah memasuki Awal Tahun 2020, Kabupaten Bengkalis tak ada henti hentinya selalu diributkan dalam hal  masalah sejumlah proyek pembangunan. Kali ini datang dari salah seorang kontraktor lokal asal Kota Minyak Duri yang di buat Jengkel .

Karna Dituding tidak profesional dalam bekerja sesuai Tugas, pokok dan fungsi nya hingga membuat proyeknya tidak dibayarkan, Hendri salah seorang kontraktor Kota Duri meradang kepada perpanjangan tangan Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui PPTK dan KPA Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan pekerjaan Turab sepanjang 700 meter di Desa Koto Pait, Kecamatan Talang Muandau, Bengkalis.

Hendri mengaku didzolimi oleh PPTK diketahui bernama Khairul dan KPA Dionggi hingga pengerjaan proyeknya bernilai Rp 5,5 Milliar tidak dicairkan dengan tudingan bobot pengerjaan hanya mencapai 60% .Sementara pengerjaan terhenti dikarenakan banjir hampir lebih kurang 1 bulan/kondisi alam yang tidak bersahabat.

" Kinerja PPTK dan KPA nya sungguh tidak profesional, permohonan saya agar keduanya dapat diberikan sangsi karena sudah sangat merugikan kontraktor. Dalam  Penghitungan bobot saya tidak ada dilibatkan saya selaku rekanan  Setau saya sudah mencapai 80% dan dibilang hanya 60% , ini yang buat saya jengkel. Sementara KPA sekali pun tidak pernah turun kelapangan selama proyek itu ada,hanya menghandalkan laporan dari pihak konsultan dan PPTK saja "tuding Hendri.

Dikatakan Hendri, ulah kedua penjabat PUPR Bengkalis tersebut, dirinya tak bersedia melanjutkan pekerjaan yang hanya tinggal beberapa ratus meter lagi usai dikerjakan." Pak Bupati sudah berjuang mewujudkan mimpi jalan utama warga Kecamatan Talang Muandau ini, tapi karena ulah mereka, apa hendak dikatalah yang rugi masyarakat semua. Mirisnya, jatah Konsultan pengawas bisa dibayarkan seratus persen,"keluhnya.


Berdasarkan konfirmasi dengan Kepala desa Koto Pait, Abu sofyan saat dikonfirmasi membenarkan pernyataan kontraktor Hendri akan ulah penjabat PUPR Bengkalis yang dinilai mempersulit dan menghambat pembangunan akses insfrastruktur yang menghubungkan 9 Desa di Kecamatan Talang Muandau. Selama ini kondisi jalan sebelum dibangun Turab sangat memprihatinkan, banjir dan susah dilalui masyarakat sangat resah dengan terhentinya pengerjaan tersebut, karna dengan cepatnya selesai jalan/Turap dengan mudah masyarakat desa koto pait beringin untuk pengaksesan pendistribusian hasil kebun keluar

"PPTK nya terlalu banyak ulah. Kasihan kontraktor dan efeknya juga bagi kami warga yang membutuhkan turab itu. Kondisinya kini jika hujan dipastikan sulit dilewati karena masih ditimbun tanah kuning, kami minta Pemerintah segera turun tangan menyelesaikan permasalahan ini. Jika tidak, masyarakat di sembilan desa ini akan ribut dikarenakan turab ini menjadi denyut nadi sejumlah desa,"ancamnya.

Dalam hal ini pihak kontraktor akan melaporkan PPTK Dan KPA ke pihak berwajib dengan adanya kejanggalan yang merugikan pihak kontraktor dalam hal menghalangi pekerjaan mulai dari meminta hasil Lab tanah didalam kontrak kerja tidak ada satupun yang membunyikan, seolah olah selama proyek berjalan memang sengaja dihambat dibuat lambat oleh PPTK Dan Konsultan.

Waktu dekat ini pihak kontraktor akan mendatangkan team independent untuk menghitung nilai bobot pekerjaan Karena sampai hari ini kontraktor merasa di rugikan dengan sistem kerja yang dilakukan oleh pihak PPTK Dari Dinas PUPR Dan Pihak Konsultan pengawas .

Menanggapi tudingan Kontraktor Hendri, PPTK Proyek Turab seharga Rp 5,5 Milliar tersebut, Khairul menjelaskan jika pihaknya sama sekali tidak mempersulit kontraktor dan sebelum melakukan penghitungan bobot, sudah menghubungi rekanan namum tidak datang.

"Jangan memutar balikkan fakta dia (Hendri), kalau kontraktor pengawas memang wajib kita bayarkan haknya karena tugasnya sudah selesai. Sementara bobot pengerjaan turab ini hanya enam puluh persen, bagaimana kita mau bantu,"jawabnya menjelaskan.[sht]