Rendi Dapat 5 Pukulan Sebelum Kritis & Tewas, 19 Adegan Ditampilkan

Iklan Semua Halaman

Wartawan PORTALBUANA Hanya Yang Tercantum Dalam Box Redaksi dan Dibekali Kartu Pers & Surat Tugas,
DOWNLOAD APLIKASI PORTALBUANA

Perubahan Terhadap Pengumuman KPU KAB. TJB NOMOR 16


Rendi Dapat 5 Pukulan Sebelum Kritis & Tewas, 19 Adegan Ditampilkan

10 January, 2020

PORTALBUANA.COM, PEKANBARU. --Rendi Kurniawan (17) ternyata mendapat lima kali pukulan ditubuh nya, sebelum mengalami kritis dan tewas. Hal itu terlihat saat Polsek Bukit Raya menggelar rekonstruksi terhadap kekerasan anak dibawah umur yang menyebabkan korban meninggal dunia, Kamis (9/1). 

Ada 19 adegan yang ditampilkan dalam rekonstruksi yang digelar di tempat kejadian perkara (TKP), di halaman warung internet (Warnet) Army, Jalan KH Nasution, Kelurahan Air Dingin Kecamatan Bukit Raya Pekanbaru. 

Penganiayaan yang berujung tewasnya Siswa SMK 1 Siak Hulu itu dilakukan oleh Tersangka berinisial D. D melakukan penganiayaan terhadap Rendi dengan sebatang kayu, Rabu (1/1) kemarin sekitar pukul 03.00WIB. 

Puncak adegan itu ada pada adegan 13, Saat terjadi perselisihan, D tiba-tiba memukul Rendi dengan sebatang kayu. Namun, Rendi dapat menangkis nya dengan tangan. 

"Saat korban lengah, pelaku memukul lagi tepat dibagian kepala korban sampai korban terjatuh. Melihat korban terjatuh, pelaku kembali memukul dibagian rusuk sampai tiga kali menggunakan kayu," kata Kanit Reskrim Polsek Bukit Raya Iptu Aspikar usai menggelar rekonstruksi. 

Usai melakukan penganiayaan kepada korbannya, pelaku langsung membuang kayu itu dan melarikan diri. 

Randi sempat ditolong oleh teman-temannya dan diberikan air minum. Melihat korban merintih kesakitan, korban dibawa ke rumah sakit. Selang dua hari mendapatkan perawatan intensif, korban meninggal Jumat (3/1). 

"Motif sendiri karena ribut sesama remaja. Mereka sempat berkelahi sebelum peristiwa naas itu terjadi," jelas Aspikar. 

Pada adegan ke-8, terlihat korban berusaha meminta maaf karena terjadinya salah paham akibat salah satu percakapan di media sosial. Namun, tersangka tidak terima dan malah berkata kotor, sambil berkata "tidak ada maaf,". Mendengar itu membuat korban dan tersangka terlibat perkelahian. 

Tersangka D berhasil ditangkap setelah dua hari melarikan diri. Tersangka ditangkap di salah satu truk yang sedang parkir di SPBU Pematang Reba, Kabupaten Indragiri Hulu. 

"Untuk tersangka masih berumur 19 tahun, jadi kita titipkan ke lapas anak," tutup Aspikar.[FZ]