PORTAL BUANA NEWS

Portal Berita online , Akurat dan terpercaya

Iklan

Ratusan Orang Di Ketanggungan Brebes Membantu Kuatkan Tanggul Sungai Babakan Dengan Jumbo Bag

Friday, February 07, 2020, February 07, 2020 WIB Last Updated 2020-02-07T08:44:26Z

PORTALBUANA.COM, BREBES. – Lebih dari 100 orang masyarakat Desa Cikeusal Lor, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melakukan upaya perkuatan tanggul Sungai Babakan, pasca banjir yang menggenangi ratusan pemukiman warga masyarakat di 5 desa yaitu Sindangjaya, Pamedaran, Cikeusal Lor, Ketanggungan dan Karangmalang (8/1/2020).

Mereka dibantu unsur TNI serta relawan lainnya. Tampak salah satu dari 7 alat berat milik Dinas PU dan BBWS Cimanuk-Cisanggarung, berkolaborasi dengan tenaga manual. Jumat (7/2/2020).


Dibenarkan Danramil 15 Ketanggungan Kodim 0713 Brebes, Kapten Infanteri Sugeng Wiratno, bahwa pihaknya terjun dalam karya bakti penguatan tanggul bersama masyarakat Cikeusal Lor, dalam membantu alat berat mengisi jumbo bag dengan tanah dan pasir sungai.

“Kerja bakti ini adalah membantu excavator untuk mengisi jumbo bag dengan tanah dan pasir sungai, kemudian akan disusun sebagai tanggul penahan air pertama dari Kali Babakan,” ucapnya.

Dijelaskannya lanjut, pekerjaan yang akan dilakukan kedepannya adalah memasang kurang lebih 7000 jumbo bag di tanggul sungai di desa tersebut.


“Jumbo bag yang sudah terpasang setidaknya adalah 2000 buah yang dilakukan alat berat. Untuk target hari ini adalah memasang 200 jumbo bag,” tandasnya.

Sekedar diketahui, di Desa Cikeusal Lor sendiri ada 3 titik tanggul yang jebol. Sebelum jebol, air limpasan sebelumnya juga menyebabkan banjir (6/1) yang menggenangi puluhan rumah di dua pedukuhan Cikeusal Lor (Dukuh Babakan dan Campur), serta Jalan Raya Pejagan-Ketanggungan (kurang lebih 30 cm).

Air limpasan dipicu sedimentasi Sungai Babakan di Cikeusal Lor yang cukup tinggi, tanggul tak mampu menampung debit air dari hulu.

Seperti disampaikan Gubernur Jateng, H. Ganjar Pranowo saat terjun langsung ke lokasi (14/1), kondisi ini disebabkan lahan di wilayah hulu sungai mulai kritis sebagai dampak dari kerusakan lingkungan akibat banyaknya aktivitas penambangan liar dan galian C yang tak sesuai aturan. (Aan)
Print Friendly and PDF
Komentar

Tampilkan

Terkini

Sumut

+