Terima Wartawan Dipintu Potter, Awak Media Merasa Kecewa Sama Kalapas Kelas ll B

Iklan Semua Halaman

Wartawan PORTALBUANA Hanya Yang Tercantum Dalam Box Redaksi dan Dibekali Kartu Pers & Surat Tugas,
DOWNLOAD APLIKASI PORTALBUANA

PENGHASILAN TANPA BATAS


Terima Wartawan Dipintu Potter, Awak Media Merasa Kecewa Sama Kalapas Kelas ll B

Rabu, Februari 05, 2020

PORTALBUANA.COM - TANJAB BARAT. Terkait press rilies Kapolres Tanjab Barat beberapa hari lalu tentang pernyataan TSK kasus Narkoba berinisial FH yang merupakan warga tebing tinggi yang terlibat jaringan narkoba di lapas. beberapa awak media mendatangi (LP) lembaga permasyarakatan( rabu 05/02) dengan maksud mau konfirmasi sama kalapas langsung. 

Ironisnya Kalapas Iman Siswoyo menerima  sejumlah awak media di pintu ke dua  Potter. Dengan mengikuti protap Lapas para  awak media  dilucuti atributnya mulai dari hp hingga ke mancis . ” Ini merupakan aturan jadi harap di maklumi”, kata Iman Siswoyo.

Saat ditanyakan bahwa barang bukti narkoba tersebut berasal  dari dalam lapas Iman Siswoyo terkesan kaget, ” Saya pun baru tahu ada pers rilies itu dan selama ini saya gak tahu”, ujar Iman Siswoyo.

Kemudian salah seorang awak media juga mempertanyakan, bahwasanya sudah berulang kali terjadi kasus Narkoba yang melibatkan oknum sipir lapas, Iman Siswoyo sedikit nada tinggi sambil menunjuk kepada awak media, ” Mana buktinya bahwa berkali kali kasus narkoba melibatkan oknum sipir lapas”, sela Iman Siswoyo.

Awak media juga ingin menunjukkan pemberitaan tersebut sementara hp disita. Chaidir wartawan Sinar Pagi Baru juga menyela pekataan Kalapas, ” bagaimana kami menunjukan nya sementara atibut kami disita. Kami mengikuti SOP yang ada di lapas ini, namun kami juga harus bersikap profesional dan jika nantinya bapak Iman Siswoyo menyanggah hasil pemberitaan kami dasar rekaman kami tidak ada”, ujar Chaidir membantah. ‌

Sementara di tengarai penghuni lapas dapat menghubungi keluar penjara lewat Hp. Menjawab hal tersebut Iman Siswoyo mengakui  masih saja kecolongan, ” Upaya kami dalam pengawasan sudah maksimal tapi masih saja kecolongan”, ujar Kalapas.(a.fidal)