PORTAL BUANA NEWS

Portal Berita online , Akurat dan terpercaya

Iklan

Balada Orang Susah: Neo Kolonialisme

Thursday, March 19, 2020, March 19, 2020 WIB Last Updated 2020-03-19T12:01:00Z

“Hukum  akan tetap hidup tanpa kepala”
kata ayah tanpa dosa selepas doa pecah dimalam selasa.
Pada Kramatjati, tempat kita menyimpan luka
maha ngeri. Tentang Yadi dan keadilan yang kian mati.
Atau cerita-cerita anak jelata dalam kemelaratan negeri
demagogi.

Di Slipi, kita regang urat nadi. Serupa lakonan candramawa
dan duka sangsai dalam ketaksaan
yang bau selokan.
“Mampus kita dibuatnya!” kembali kata ayah tanpa dosa
selepas doa pecah di malam yang berbeda pula.

Dekat Ciliwung, tempat kita memperanak derita
tak terhitung. Betapa kita hancur dan merangkak-rangkak
dalam nasib serba ngawur. Juga kenangan kanak-kanakku
yang koyak-moyak sebab kematian ibu lebih mula.
Ah sukuku bolong sempurna!

Kulihat juga ke kota banyak anak jalanan
tewas tak sengaja, pengemis didenda, juga
bocah-bocah tak bersekolah disana.
Atau puluhan ribu pengangguran berjalan risau
menjemput  kehidupan yang kacau, dan banyak
perempuan menjadi betina murahan
disudut-sudut diskotik sebab hidup yang mencekik.

Sepanjang Tanah Abang ku dengar jua
kenangan nyanyian subarang milik ibu
yang dahulu sering diputarnya diatas
jalusi jendela rumah tua, sayang tergusur pula.

Tak ada tanah yang benar-benar milik kita!

Jalanan Pekanbaru, 6 Februari 2020

Puisi oleh : Melinda Sari

[algi]
Print Friendly and PDF
Komentar

Tampilkan

Terkini