Ketua MOI Lampung Utara Tidak Terima Nama Wadahnya Dicatut, Akan Tempuh Jalur Hukum

Ketua MOI Lampung Utara Tidak Terima Nama Wadahnya Dicatut, Akan Tempuh Jalur Hukum

Monday, March 23, 2020, March 23, 2020

PORTALBUANA.COM LAMPUNG. Terkait beredarnya rekaman, ketua moi tidak terima nama wadahnya di catut dan akan menempuh jalur hukum

Selain diduga ada ‘mahar’ dalam perdamaian tersebut, kini beberapa organisasi media pun mengaku dicatut namanya dan akan menempuh jalur hukum.

Hal itu diungkapkan Ketua Media Online Indonesia (MOI) cabang Lampung Utara, rizal, Minggu (22/3/2020).

Selain menempuh jalur hukum, dia juga mengutuk keras sikap Niar yang diduga kuat istri pelaku dan Abi, yang sudah mencatut nama organisasinya dalam perdamaian tersebut.

“Saya tidak terima nama organisasi dibawa-bawa, sedangkan saya ketua MOI Lampura sama sekali tidak tahu tentang hal itu,” kata rizal.

“Saya akan melaporkan ke Polres Lampura, guna menuntut pencemaran nama baik organisasi MOI,” tambah dia.


“Perdamaian tersebut di duga terkesan janggal, karena tidak melibatkan semua organisasi pers di Lampura,” ujar rizal selaku ketua media online indonesia (moi)

Rizal juga menyayangkan sikap oknum-oknum yang mengatasnamakan beberapa organisasi di Lampura, guna meminta dana kepada Niar, wanita yang diduga kuat istri Herman sang terduga pelaku penganiayaan oknum wartawan beberapa waktu lalu.

“Kita sudah tahu kalau yang minta dana itu panggilannya Abi. Dana itu ‘dimakan’ mereka,” tukasnya.

Rekaman Beredar

Diberitakan sebelumnya, beredar rekaman suara perbincangan, yang diduga kuat antara istri Herman sang pelaku penganiaya wartawan, Niar, dengan seorang pria dengan panggilan Abi, Minggu (22/3/2020).

Dalam rekaman suara berdurasi 3 menit 55 detik tersebut, istri Herman terdengar meminta pertolongan kepada suara di seberang telepon.

Berikut isi percakapannya.

Niar: Ini bi, kita lagi ngebahasin permasalahan kemarin tentang orang PWRI, yang AJOI, sama MOI ya bi.

Abi: Ya

Niar: Kan mereka udah sepakat ya bi ya, untuk gak ikut campur lagi, untuk mau, untuk inginlah bi ya.

Abi: Ya, ya, ya.

Niar: Na..katanya juga, istilahnya kemarin itu kan uangnya sudah abi talangin yang sejuta tapi sudah aku ganti lagi bi.

Abi: Ya

Niar: Sekarang ini permasalahannya kan dengan Eprizal sudah kelar. Eprizal nya sudah mau damai, akan tetapi permasalahannya Eprizal ini kan sudah minta bantuan LBH kemarin

Abi: Iya

Niar: LBH Awalindo itu

Abi: Yang di Kota Alam

Niar: Ya, Kota Alam, jadi Awalindo tadi bilang begini. Sekarang ini kalau Eprizal pribadi dengan kalian berdua sudah damai, tapi masalahnya kan Eprizal ini sudah bawa-bawa forum, sudah banyak yang sudah ikut-ikutan, diorang kan capek, lelah. sekarang ini pengacaranya Eprizal mau membicarakan ke ketua PWRI, AJOI dan MOI hingga keputusan di tangan bertiga bi. Pikir Niar sudah kepalang sudah kita kasih duit waktu itu bi, kayak mana kalau abi pendekatan lagi

Abi: Ya, ya, ini loh. Itu Alasan diorang, nanti saya temuin Doni diorang sama AJOI. Sebenarnya, apa namanya, sebenarnya hanya Eprizal loh, uang itukan apa, pengasih dari Eprizal. Saya waktu itu ngasih waktu damai, dana dari saya ‘biar kamurang jangan banyak pola’ bilang saya gitu, Ya Oke kata diorangkan.

Niar: Ya bi

Abi: Kalau kamorang kurang percaya, nanti Doni dan dua lembaga ini nanti kalau bila penting saya bawa saya temui nanti kebukit sama adek. Udah gitu aja.

Niar: Ya, tapi begini bi, gak usah ketemu aku, berhubung karena ini masalahnya kan sudah ditangani pengacara Eprizal, niar rasa abi tinggal bawa ke pengacara Eprizal aja

Abi: Yu, yu, sip, sip

Niar: Ya jadi uang yang kemarin itu abi bilangain, icak-icak nya uang dari abi ya bi,bukan dari niar.

Abi: Ya, ya.

Niar: Nah itu masalahnya takut tumpang tindih (Edian)

TerPopuler