PORTAL BUANA NEWS

Portal Berita online , Akurat dan terpercaya

Iklan

Proyek BWSS 2019 Dataran Pinang dan tungkal 5 Disoal Pengawas dan Konsultan Kemana..?

Tuesday, March 03, 2020, March 03, 2020 WIB Last Updated 2020-03-03T10:00:32Z

PORTALBUANA.COM KUALA TUNGKAL. Proyek pembangunan pengumpulan air baku dari sumber dana APBN pusat 2019 disoal warga. Pasalnya program BWSS VI provinsi jambi ini disinyalir dikerjakan asal jadi. 

Program BWSS VI provinsi jambi tahun 2019 yang berlokasi di desa dataran pinang, kecamatan betara kabupaten Tanjab Barat disoal warga setempat. Proyek berlabel milyaran rupiah tersebut sampai saat ini tidak dapat dinikmati warga. 

Salah satu warga setempat mengatakan, program air baku ini sampai sekarang belum dapat kami nikmati. "Kalau di desa kami ini belum dapat dinikmati air nya, karena selain kondisi air nya keruh rasa air nya juga sepet, " Katanya. 

Menurutnya juga, sangat berbeda jauh dengan kondisi program pamsimas yang hanya menelan dana ratusan juta tapi kondisi airnya jernih dan dapat dimanfaatkan warga. 

"Proyek ini dana nya milyaran tapi hasil nya seperti proyek murahan, beda juah dengan pamsimas yang dikerjakan langsung oleh masyarakat, dana hanya 360 juta bisa menghasilkan air jernih dan dapat digunakan warga sampai saat ini, " Sebutnya. 

Terpisah Ketua RT setempat membenarkan jika program dari BWSS VI yang dilaksanakan pada Tahun 2019 lalu belum dapat dipungsikan. 

"Benar seperti itu, dan sekitar sebulan yang lalu ada perbaikan  dari pihak kontraktor, pada saat itu ada kerusakan pada lantai bangunan yang anjlok serta memperbaiki kualitas air yang keruh dan berkarat,  tapi sampai hari ini kualitas air tetap jelek keruh dan berasa sepet, tidak ada perubahan pasca perbaikan, "Jelasnya. 

Ironisnya, dari data yang dihimpun dilapangan tidak hanya di dataran pinang kecamatan Betara saja, hasil dari program  BWSS VI yang berlokasi di Tungkal lima kecamatan seberang kota juga bermasalah. Pasalnya selain kualitas air yang sangat buruk, bangunan tempat penampungan air sudah dalam kondisi rusak. 

Diduga selain buruknya kualitas pekerjaan kinerja pengawas dan konsultan juga dipertanyakan. Karena bangunan fisik tempat penampungan air baku yang baru seumur jagung selesai dikerjakan pada Desember 2019 lalu sudah mengalami kerusakan. 

Terpisah pihak Balai Jambi Mashuri saat dikonfirmasi mengaku tidak tau soal pekerjaan tersebut, "mohon maaf saya bukan di bagian ini, nanti saya coba teruskan info nya kebagian yang membidangi, " Jawabnya melaui pesan whatsapp. 

Sampai berita ini diturunkan belum ada klarifikasi kongkrit dari pihak balai dan konsultan pengawas terhadap dua titik pekerjaan  program BWSS VI Provinsi Jambi. Baik yang berlokasi di tungkal 5 kecamatan seberang kota ataupun pekerjaan yang berlokasi di dataran pinang kecamatan Betara kabupaten Tanjab  Barat. (a.fidal ).
Print Friendly and PDF
Komentar

Tampilkan

Terkini

Sumut

+