WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251 -->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

DPC MOI Kab Lampung Utara Kecam Arogansi Oknum Kades Abung Jayo

Wednesday, April 15, 2020 | April 15, 2020 WIB Last Updated 2020-04-15T15:08:30Z

PORTALBUANA.COM, LAMPUNG UTARA. Dunia PERS kembali tercoreng kredibilitasnya karena ulah perilaku arogansi tak terpuji seorang Oknum Kepala Desa  Abung Jayo,Kecamatan Abung Selatan yang bernama Mulyadi,diduga telah melakukan pengancaman dan cacimaki,terhadap sejumlah rekan-rekan Wartawan yang ada di Kab Lampung Utara.

Perbuatan dan prilaku tak terpuji yang di tunjukan Oknum Kepala Desa tersebut,ini terjadi terhadap beberapa rekan awak Media yang tergabung dalam DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Lampung Utara,saat berkunjung ke rumahnya hendak Konfirmasi mengenai dugaan penyimpangan Korupsi Dana Desa (DD) tahun 2019.

Menanggapi perilaku oknum kepala desa tersebut,Rijal selaku ketua MOI (Media Online Indonesis)DPC Kab Lampura beserta anggota pengurusnya,Selasa (15/04/2020)ikut angkat bicara,dirinya  mengatakan " Hal ini telah mencederai kebebasan PERS dan menjadi  preseden buruk bagi Demokrasi yang tertuang dalam UU PERS No 40 thn 1999.setiap awak media mempunyai hak dalam melaksanakan tugas kejurnalisanya dan di lindungi oleh Hukum dan Undang-undang yang berlaku, awak media mempunyai hak untuk mendapatkan dan menggali informasi tanpa batasan tempat maupun wilayah, hingga istana kepresidenan demi sebuah informasi yang wajib di berikan pada Publik dan masyarakat umum".


"Perilaku Arogan yang di tunjukan oknum  kades mencerminkan ketidak pahaman seorang pejabat Publik terhadap kerja Media sebagai salah satu pilar Demokrasi dan kontrol sosial bagi Pemerintahan dan pembangunan" tambahnya.

Atas kejadian ini,kami selaku pengurus MOI meminta Aparat terkait atau Polres Lampung Utara,untuk segera mengambil tindakan tegas dan memproses hukum oknum kades sesuai dengan perundang-undang yang berlaku.

Untuk di ketahui,permasalahan ini terjadi bermula saat tim PWRI mendapat informasi adanya dugaan korupsi Dana Desa (DD) tahun 2019. Ketika hendak diklarifikasi, di kediamannya,bukannya mendapatkan keterangan yang di butuhkan,namun malah sebaliknya oknum kepala desa itu marah membabi buta dan mencacimaki disertai pengancaman,bahkan mengumpulkan massa yang membawa senjata tajam dan kayu.ungkap seorang wartawan

Atas kejadian ini,DPC PWRI Lampura selaku korban sudah meneruskan laporannya kepada aparat hukum Polres Lampung Utara untuk di tindak lanjuti,atas peristiwa tersebut. [edian]