-->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Tiga Oknum Wartawan di Keroyok Di SPBU Pangean , Di Duga Di Motori Oknum Berseragam.

Monday, April 27, 2020 | April 27, 2020 WIB Last Updated 2020-04-27T09:16:43Z

PORTALBUANA.COM,  PELALAWAN. Pada hari Selasa tanggal 21/4-2020 sekitar pukul 23.00 wib ketiga wartawan dari berbagai media sedang melintas dari Pekanbaru mau menuju Kabupaten Indragiri Hilir, Kebetulan di perjalanan Kendaraan yang dikemudikan wartawan kehabisan bahan bakar (BB), seketika memasuki areal SPBU di Kecamatan Pangean tampak  pengisian BBM bersubsidi jenis solar dan premium.

Lantas wartawan tersebut meminta mobil mereka di isikan terlebih dahulu, namun pihak karyawan SPBU tidak memperdulikan, akibat tidak memperdulikan wartawan tersebut langsung memotret pengisian BBM itu.

Namun berselang beberapa menit kemudian pihak manager SPBU muncul setelah wartawan itu mendatangi Kantor SPBU meneriakin keroyok dan bunuh mereka dan ambil handpone nya. Sehingga pelaku pengumpul BBM tersebut langsung memukuli oknum wartawan tersebut. ratusan orang berkerumun memberikan bogeman.


Sesuai Keterangan wartawan media terbitan riau Yang berinisial KSO dan PIP, dan UJG yang dipukulin menyebutkan Ke Anugrah Post di pekanbaru 26/4-2020 pada saat kami di Keroyok handpone di sita oleh penampung minyak dan manager SPBU dan di teriakin dibunuh.

Ditambahkan Kennedi seketika kami di bawa ke kantor SPBU lantas ada oknum berseragam coklat dan biru, sang wartawan itu dimarahi oleh oknum seragam coklat dan menghapus isi handpone wartawan tersebut dan itu sudah mengangkangi UNDANG UNDANG No.40 tahun 1999 tentang pers pasal 18 ayat 1. barang siapa dengan sengaja menghalangi tugas Wartawan akan di kenakan hukuman penjara dua tahun atau denda Rp.500.000.000, lima ratus juta rupiah.

Diduga pihak oknum berseragam yang berpos di SPBU tersebut adalah pembeking penampung minyak BBM yang mengisi  ratusan jeregen per tiga jamnya."ungkap purba ke anugrah post.

Ketika salah satu oknum yang berseragam yang mengepam di SPBU itu di hubungi anugrah post 26/4 melalui ponselnya untuk mengkonfirmasi tentang kejadian pengeroyokan tersebut namun tidak berhasil, karena handpone tidak aktif.


Kami meminta pihak pertamina cabang riau atau Dinas perdagangan untuk turun ke SPBU di Kecamatan pangean Kabupaten Kuansing Riau,,untuk menyetop penjualan Bahan Bakar Minyak Bersubsidi dengan pengisian Jeregen , yang ratusan Jeregen per malam padahal ketentuan dari PT.Migas dan Pertamina setiap yang boleh hanya tiga (3) jerigen, padahal di seluruh SPBU pengisian jerigen seperti pasar siang malam, bahkan ada yang memakai mobil yang sudah di modifikasi 500 liter sampai 1000 liter namun pihak Pertamina dan perdagangan, bahkan pihak penegak hukum diam seribu bahasa.(tim).
×
Berita Terbaru Update
WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251