-->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Di Hari Lebaran, Pasien Covid-19 di Sumbar Bertambah 35 Orang

Sunday, May 24, 2020 | May 24, 2020 WIB Last Updated 2020-05-24T09:50:55Z
Ilustrasi - Dok.Covesia

PORTALBUANA.COM, SUMBAR.  - Hari ini 24 Mei 2020 M bertepatan dengan 1 Syawal 1441 H,  sampai pukul 09.00 WIB, tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Prov Sumbar kembali menginformasikan bahwa 35 orang dinyatakan positif Covid-19.

"Berdasarkan laporan dari tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Bukittinggi dibawah pimpinan dan penanggungjawab Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc, bahwa warga Sumbar terinfeksi covid-19 bertambah 35 (tigapuluh lima) orang," ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Prov Sumbar, Jasman Rizal, Minggu (24/5 /2020).

Lebih lanjut dikatakan Jasman, tim laboratorium telah melakukan pemeriksaaan sample sebanyak 1.461 dalam waktu 22 jam.

"Ini pekerjaan tim yang sangat luar biasa dan merupakan rekor pemeriksaan sample swab terbanyak yang pernah ada di Indonesia,"terangnya.

Dari 35 warga Sumbar positif terinfeksi covid-19 tersebut, sebarannya adalah Kota Padang (204 sampel swab), positif 25 orang, Kota Sawahlunto (578 sample swab), positif 2 orang, Kota Payakumbuh (20 sampel swab), positif 6 orang, terdiri dari: warga Payakumbuh 5 orang dan warga Kabupaten 50 Kota 1 orang.

Selanjutnya, Kab 50 Kota 1 orang, Kab Dharmasraya (42 sampel swab), positif 1 orang, Kab Solok (14 sampel Swab), positif 1 orang, Kab Sijunjung, 102 sample, negatif semuanya, Kota Padang Panjang, 41 sampel, negatif semuanya, Kab Padang Pariaman 43 sampel, negatif semuanya, Kota Bukittinggi, 87 sampel, negatif semuanya dan Kemenag 48 sampel OTG, Negatif semuanya.

"Total semuanya 1.179 sample. Sisa 282 sample lagi berasal dari beberapa rumah sakit dan beberapa pusat karantina yang hasilnya negatif," imbuhnya.

Dikatakan Jasman, rata-rata yang terinfeksi tersebut adalah Orang Tanpa Gejala (OTG) dan ini sangat berbahaya. Karena orang OTG tidak menyadari kalau dia terinfeksi dan orang lainpun melihat dia sehat-sehat saja. Dengan kondisi seperti itu, tidak ada kecurigaan dan proteksi diri, sehingga sangat memungkinkan penyebaran penularan covid-19 semakin massive dan tidak terkontrol.

"Agar jangan terjadi lagi penyebaran penularan, diharapkan kepada maayarakat untuk tetap mematuhi protab penanganan Covid-19. Yaitu dengan jaga jarak, pakai masker, hindari kerumunan, rajin cuci tangan, berolahraga dan lain-lain," jelasnya. [rls/cov]
×
Berita Terbaru Update
WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251