Dugaan Pungli Prona Koto Lebu, Hasan: Jika Terbukti Pelaku akan Diancam 6 Tahun Penjara

Dugaan Pungli Prona Koto Lebu, Hasan: Jika Terbukti Pelaku akan Diancam 6 Tahun Penjara

Tuesday, May 19, 2020, May 19, 2020

PORTALBUANA.COM,SUNGAI PENUH. H. Jamaluddin oknum mantan Kepala Desa dan Dahril mantan Sekretaris Desa (Sekdes) Koto Lebu, Kecamatan Pondok Tinggi, diduga ikut melakukan dugaan Pungutan Liar (Pungli) dalam pembuatan Sertifikat Proyek Agraria Nasional (Prona) tahun (2017/2018). 

Berdasarkan informasi yang diperoleh dilapangan, dalam pembuatan sertifikat Prona tahun 2017/2018 di Desa Koto Lebu, Kecamatan Pondok Tinggi, mantan kades diduga memungut biaya sebesar Rp. 75.000 per warga. Dan dugaan pungli mantan kades, juga diperbantukan oleh mantan Sekdes Dahril. 

"Ya, mantan Sekdes Dahril juga diduga ikut melakukan pungli kepada warga yang ingin membuat sertifikat Prona. Per sertifikat warga dipungut sebesar Rp. 750. 000 oleh kades " ujar salah satu warga Koto Lebu, kepada media ini Minggu (17/5/2020). 

Hasab Basri,S.H,M.H, Advokat yang selalu menyuarakan anti korupsi dan saber pungli, ketika dimintai tanggapannya mengatakan, masyarakat jika melihat atau mendengar adanya dugaan pungli, dapat melaporkan ke saber pungli. Jika terbukti adanya tindakan pungli, maka pelaku dapat diancam 423 KUHP dengan ancaman ancaman pidana maksimal 6 tahun penjara, kata Hasan Basri.

“Apabila terbukti melakukan tindakan pungli, maka pelaku akan diancam pasal 423 dengan ancaman 6 tahun penjara”

Selain itu, Hasan juga menambahkan, prona ini merupakan bantuan pemerintah untuk masyarakat, dan dalam pembuatannya tidak dipungut biaya, tambahnya.

Lanjut Hasan, Presiden Jokowi sudah geram melihat makin banyaknya pungli apalagi di institusi pemerintah. Maka dari itu, keluarlah Peraturan Presiden (Perpres) No. 87 tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih, didalam pasal 1 ayat 1 disebutkan Saber Pungli. Kemudian pasal 12 ayat 1,2 disebutkan peran masyarakat, media elektronik, maupun non elelteonik bila menemukan tindak pidana pungli dengan memberikan informasi, tutup Hasan. (Dede)

TerPopuler