Kasus Dugaan Perzinaan Adi Purnomo anggota DPRD Kerinci Kembali Mencuat

Kasus Dugaan Perzinaan Adi Purnomo anggota DPRD Kerinci Kembali Mencuat

Monday, May 18, 2020, May 18, 2020

PORTALBUANA.COM KERINCI. Peristiwa peselingkuhan anggota  DPRD kab. Kerinci Adi Purnomo yang sempat viral tahun 2015 dalam perkara dugaan melakukan perzinahan dengan saudari Sukaseh  istri sah sdr. IPE PERDAMEAN perbuatan melawan hukum yang diatur dalam pasal 284 KUHP tentang perzinahan. Dalam perkara pidana tersebut  diputuskan peradilan Negeri sungai Penuh no. 18/pid.B/2017/PN.spn bahwa Adi Purnomo bebas dari jeratan hukum. 

Entah ada permain atau tidak yang dilakukan oleh Adi Pornomo dalam pesanan putusan, kita berfikiran positif  putusan itu sudah berdasarkan Keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.  Namun korban Ipe Perdamean belum puas atas putusan yang membebaskan Adi Purnomo dari jeratan hukum kali ini korban menggugat ADI PORNIMO.

Melalui pengacaranya Amir Mahmud. SH. Dalam  gugatan perdata dengan pasal 1365 KUH Perdata atau dengan perbuatan melawan hukum. (PH) menurut pendapat pengacara korban Amir Mahmud. SH. Adi purnomo yang saat ini masih menjabat sebagai anggota DPRD kab. Kerinci dari partai PDIP itu sangat tidak beritikat baik, Dimana telah merusak, dan atau menghancurkan ketentraman rumah tangga orang tidak mau bertanggung jawab. 

Dalam sidang tahap mediasi Adi Purnomo melalui penasehat hukumnya menolak ganti kerugian baik bersifat materil maupun Inmateril kepada korban. Seorang pejabat penyelenggara negara dimana letak iman dan moralnya. Kita tatap lanjutkan ke proses pembuktian tegas pengacara korban. Amir Mahmud.

Menurut pendapat penasehat hukum portal buana  Hasan Basri. SH. MH saat di minta pendapatnya menyampaikan" dalam hal ini. Penasehat hukum korban Ipen Perdamean sudah melakukan langkah hukum yang benar namun dalam perkara dalam peradilan dibuktikan dengan alat bukti yang cukup meyakinkan Hakum bahwa  Tergugat Adi Purnomo bersalah melakukan perbuatan melawan hukum. Karena dalam hukum perdata yang diutamankan adalah pembuktian yang bersifat formil. " ungkap Hasan Basri SH,MH. ( iwan)

TerPopuler