-->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Mantan Kades Koto Lebu Diduga Melakukan Pungli

Monday, May 11, 2020 | May 11, 2020 WIB Last Updated 2020-05-11T08:56:47Z

PORTALBUANA.COM SUNGAI PENUH. Proses pengurusan sertifikat Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona), di Desa Koto Lebu Kecamatan Pondok Tinggi Kota Sungai Penuh, diduga telah terjadi Pungutan Liar (Pungli) yang diduga dilakukan oleh oknum mantan Kades H. Jamaludin.

Menurut informasi, oknum mantan Kades tersebut meminta sejumlah uang dalam pengurusan sertifikat dengan biaya Rp. 750.0000, per warga. Bahkan kasus dugaan pungli tersebut juga sudah dilaporkan ke Polres Kerinci.

“Ya, mantan kades koto lebu H. Jamaludin diduga telah melakukan pungli kepada sejumlah masyarakat yang hendak mengurus sertifikat prona. Dalam pengurusan sertifikat tersebut oknum mantan kades meminta biaya sebesar Rp. 75/000, per warga” ujar sumber sambil meminta namanya tidak dicatut.

Selain itu, sumber juga menjelaskan, bahwa kasus dugaan pungli prona tersebut juga sudah dilaporkan ke polres kerinci. Jelasnya.

Joni, salah satu warga Desa Koto Lebu, kepada media ini, Minggu (10/5/2020) mengatakan, kasus dugaan pungli prona yang diduga dilakukan oleh oknum mantan kades koto lebu ini agar cepat diselesaikan. Didalam pembuatan sertifikat tersebut tidak dibenarkan melakukan pungli, kata Doni.

“Diminta segera diselesaikan kasus dugaan pungli prona ini, biar ada efek jera untuk kades yang lain”. (Dede)
×
Berita Terbaru Update
WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251