-->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Pendataan Penerima BLT Desa Ladeh Diduga Ada Warga Berdomisili Daerah Lain.

Tuesday, May 05, 2020 | May 05, 2020 WIB Last Updated 2020-05-04T21:33:28Z

PORTALBUANA.COM KERINCI. Upaya mengatasi dampak wabah virus covid-19 yang membuat perekomian masyarakat lumpuh perintah pusat melalui desa menyalurkan bantuan dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai ( BLT) yang dianggarkan dari dana desa.

Adapun sebelum disalurkan kemasyarakat yang berhak menerima kades  Beserta perangkat desa melakukan musyawarah desa dihadiri unsur BPD tokoh masyarakat tokoh adat juga gugus tugas covid-19 desa.

Sebagaimana desa ladeh kecamatan depati tujuh kabupaten kerinci sebelumnya telah melaksanakan musyawarah desa tanpa dihadiri BPD sebagai pengawas desa telah menentukan dan menetapkan warga yang berhak menerima BLT sebanyak 85 orang. Namun dalam penetapan warga yang berhak meenrima BLT tersebuy ada beberapa warga yang bukan berdomisli didesa ladeh.

Salah seorang anggota BPD desa ladeh menuturkan.  " daam rapat pembahasan penerima BLT yang telah dilaksanakan kades candra setyawan beberapa waktu lalu sabtu 02/05/2020. Saya pribadi menilai tidak sesuai dengan prosedur yang tidak hadiri BPD.

Hasil rapat tersebut kategori penerima BLT memang sesuai aturan namun adanya kejanggalan dari 85 penerima BLT beberapa penerima bukan warga ladeh melainkan warga yang berdomisili didesa lain bahkan diluar kabupaten kerinci. Memang benar mereka dahulunya warga desa ladeh namun sekarang sudah tidak tinggal diladeh lagi.

Adanya kejanggalan penerima BLT ini patut dipertanyakan. Sementara warga ladeh sendiri masih banyak yang membutuhkan bantuan dampak virus covid-19 ini. Kenapa harus warga yang bukan tinggal didesa ladeh mendapatkan bantuan BLT. Pungkas salah seorang anggota BPD. 

Ditempat tempat terpisah ketua DPD KPK TIPIKOR menuturkan. Saya selaku kontrol sosial setelah mendengarkan keterangan beberapa orang masyarakat ladeh dan anggota BPD , disanyalir adanya dugaan ingin main main dengan BLT.

Bahkan bukan itu saja. Dari bukti bukti juga RAB yang sudah ada saat sekarang yang ada sama saya ini sudah keterlaluan diduga mark up dalam pengerjaan fisik maupun pembedayaan. Begitu juga dengan BUMDes yang telah dianggarkan diduga fiktif.

Dengan alat bukti yang sudah ada saya kantongi saya akan laporkan ke kekejaksaan negeri sungai penuh tidak bisa dibiarkan. Sebagaimana kita ketahui juga sebelumnya warga desa ladeh sendiri juga sudah melaporkan dugaan korupsi DD yang dilakukan kades candra setyawan namun tidak ada tindak lanjut dari laporan warga tersebut.

Kita lihat saja nanti dalam laporan saya. Bilamana tidak ada ditindak lanjut pihak penyidik atau siapa pun yang coba coba menjadi penghalang akan saya laporkan juga nanti ke kejati jambi. Jangan main main dengan hukum melindungi para koruptor. Pungkas ketua DPD KPK TIPIKOR boy bunyamin.( fc)

×
Berita Terbaru Update
WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251