-->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Salah Kaprah Penetapan Waktu Imsak

Tuesday, May 05, 2020 | May 05, 2020 WIB Last Updated 2020-05-04T19:18:19Z

PORTALBUANA.COM, RELIGI. Imsak artinya menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Dengan demikian kata Al-imsak itu sama artinya dengan kata ashshiyam atau ashshoum yang berarti puasa. Kalau kita mengatakan saya sedang imsak, berarti saya sedang berpuasa.

Kalau kita lihat di jadwal imsakiyah, waktu imsak itu beda sepuluh menit dengan waktu shubuh. Imsak pukul 4.35 WIB, sementara  shubuh pukul 4.45 Wib. Padahal dalam Alqur'an diterangkan kita masih boleh makan dan minum sampai waktu fajar, alias waktu shubuh.
Jadi selama belum shubuh, kita masih boleh makan dan minum, walaupun menurut jadwal imsakiyah sudah imsak. 

Baca Firman Allah Ta’ala berikut ini :

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ

“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” (Qs. Al Baqarah: 187)

Fajar itu adalah shubuh.

Juga dasarnya adalah sabda Nabi saw :

إِنَّ بِلاَلاً يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُؤَذِّنَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ

“Bilal biasa mengumandangkan adzan di malam hari. Makan dan minumlah sampai kalian mendengar adzan Ibnu Ummi Maktum.” (HR. Bukhari no. 623 dalam Adzan, Bab “Adzan sebelum shubuh” dan Muslim no. 1092, dalam Puasa, Bab “Penjelasan bahwa mulainya berpuasa adalah mulai dari terbitnya fajar”).

Seorang periwayat hadits ini mengatakan bahwa Ibnu Ummi Maktum adalah seorang yang buta dan beliau tidaklah mengumandangkan adzan sampai ada yang memberitahukan padanya “Waktu shubuh telah tiba, waktu shubuh telah tiba.”


Salah kaprah penetapan waktu imsak ini sudah berjalan lama sudah bertahun-tahun. Masyarakat tahunya bahwa waktu imsak itu sepuluh menit sebelum shubuh, padahal waktu imsak adalah waktu shubuh.

Kalau kita pakai jadwal yang banyak dicetak setiap Ramadhan adalah untuk kehati-hatian (ihtiyath) kita, agar makan sahurnya tidak kebablasan, insya Allah tidak masalah.Yang penting harus tahu bahwa itu untuk ihtiyath.Tapi jangan sekali-kali mensyari'atkan waktu imsak itu tidak sesuai dengan Alqu'an dan Sunnah Rasul. Kita sebagai Muslim dalam praktek beribadah harus berlandaskan Alqur'an dan Sunnah Rasul, bukan berdasarkan tradisi.

Demikian, semoga salah kaprah penetapan waktu imsak ini tidak terulang kembali di kalangan umat Islam. Wallahu 'alam bishshowab.

Penulis : Abd.Mukti S.Ag ( Ketua Panti Asuhan Aisyiah Muhammadiyah Kab. Tanjab Barat )
×
Berita Terbaru Update
WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251