-->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Apotiker WIDA APOTIK Kangkangi Permenkes Nomor 069/Menkes/SK/II/2006 Jual obat Melebihi HET.

Friday, June 26, 2020 | June 26, 2020 WIB Last Updated 2020-06-26T08:07:20Z

PORTALBUANA.COM MERANGIN. Dapat dipahami karena variasi harga obat antar apotek memang sebuah fakta. Terkait HET pada label obat, sebenarnya pemerintah telah  mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan No 069/Menkes/SK/II/2006 tentang Pencantuman Harga Eceran Tertinggi pada label obat. Namun pada kenyataannya masih ditemuni banyak pelanggaran atas peraturan tersebut.

Hal itu terjadi di Apotik ,,Wida Apotik,,depan Hotel Suslinda Bangko, menjual obat kemasyarakat melebihi harga HET.

Terungkap Berawal dari informasi salah satu masyarakat yang enggan namanya dicatut dalam pemberitaan ini,memberikan informasi dan data kepada awak Media Portal Buana.Com.26/06/20.

DA,,sangat kesal dengan apotik tersebut dengn menjual obat melebihi harga HET,karena obat itu menjadi satu kebutuhan dalam proses penyembuhan penyakit yang dideritanya dan terpaksa terima.

,,saya kesal aja, masa iya dia jual obat melebihi harga HET, tapi mau gimna lagi karna saya butuh, terpaksa juga saya beli, seharusnya saya bayar 113.184rbu yang tertera di HET nya, tapi kok 165.000 terangnya,,

Dilain tempat awak Media Portal Buana Lansung meminta tanggapan tentang masalah tersebut kepada pemilik Apotek ,,WIDA APOTEK,,dengan spontan terkejut dengan pertanyaan awak Media tentang hal tersebut, dengan arogansi nya meminta pembeli tersebut untuk mengembalikan Obatnya kalau pembeli mengeluh dengan harga yang ia jual.

,,apa salahnya, tidak mungkinlah saya jual sesuai HET nya,kalau dia merasa kemahalan ya kembalikan saja obatnya saya kembalikan juga duitnya,,ujarnya,,

,,saya mau jual berapa terserah saya,,kalau tidak suka beli disini tidak masalah,,tambahnya lagi.

Dengan kejadian ini Apotik tersebut telah mengangkangi Permenkes No 069/Menkes/SK/II/2006 tentang Pencantuman Harga Eceran Tertinggi pada label obat dan dapat diancam pidana Dalam pasal 62 ayat 1 pelaku usaha yang melanggar tersebut diancam hukuman pidana paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp2.000.000.000 (dua miliar).

Pada peraturan ini HET yang dicantumkan pada label obat adalah Harga Netto Apotik (HNA) ditambah PPN 10 persen ditambah margin apotik 25 persen. Dalam lampiran peraturan disebutkan pabrik obat dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak ditetapkannya peraturan ini harus sudah mencantumkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pada label obat yang diproduksi dan diedarkan.

Dengan penetapan keputusan pemerintah ini seharusnya tidak ada apotek atau pedagang besar farmasi yang menjual melebihi ketentuan HET. Sebab dalam HET telah jelas menetapkan komponen untuk keuntungan apotek sebesar 25 persen ditambah PPN 10 persen.

Hal ini perlu dilakukan karena, konsumen berhak untuk mendapatkan informasi yang lengkap dan benar terhadap barang yang dibelinya. Dan ini diatur dlam UU No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Yakni pada pasal 7 ayat b yang menyebutkan pelaku usaha berkewajiban memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan.

Selain itu, pelaku usaha juga dapat dituntut karena melanggar pasal 8 ayat 1f yang menyatakan pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak mencantumkan janji yang dicantumkan pada label, etiket, keterangan barang dan/atau jasa tersebut.

Randa,,Anggota Peduli Daerah Sendiri ,,PEDAS,, kejadian ini ditanggapi dengan serius, kejadian ini perlu jadi perhatian dan perlu disikapi secara keseluruhan,mungkin masalah ini sudah berlansung lama.

,,Dengan terungkap kasus ini tentu menjadi perhatian kita semua, mungkin ini sudah berlansung lama dan bukan hanya satu apotek saja mungkin banyak juga apotek² lain seperti ini,,pungkasnya,,

Masalah ini akan kita kembangkan dan menjadi perhatian khusus bagi PEDAS untuk menelusurinya,,tutup Randa,, *(Tim)*
×
Berita Terbaru Update
WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251