Basarnas Jakarta Terjunkan Tim Rescue Pantau Banjir ROB Yang Melanda Di Kawasan Jakarta Utara | PORTAL BUANA NEWS WARTAWAN PORTAL BUANA YANG SAH, NAMA NYA TERCANTUM DI BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU PERS DAN SURAT TUGAS, IKLANKAN USAHA ANDA BERSAMA KAMI,KONTAK KAMI

Mobile Menu

ads

BERITA LAINNYA

Basarnas Jakarta Terjunkan Tim Rescue Pantau Banjir ROB Yang Melanda Di Kawasan Jakarta Utara

June 07, 2020

PORTALBUANA.COM JAKARTA. Tim rescue Basarnas dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta dikerahkan ke lokasi banjir rob (air lau pasang) yang terjadi di wilayah pesisir utara Jakarta, Sabtu 06 Juni 2020 sekitar pukul 23:25 WIB malam.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta, Hendra Sudirman, menjelaskan, tim rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta dikerahkan menuju lokasi banjir rob untuk melakukan kesiapsiagaan apabila ada warga yang ingin dievakuasi.

“Kita kerahkan personil menuju lokasi menuju daerah yang terkena dampak dari banjir rob ini untuk melakukan pemantauan sekaligus melakukan evakuasi terhadap warga di daerah pemukiman tersebut,” ujar Hendra Sudirman.
Tim reacue yang diterjunkan ke lokasi malam itu langsung melakukan pengamatan serta koordinasi dengan unsur-unsur yang ada di kawasan pemukiman Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara.

Saat melakukan penyusuran di kawasan perumahan tersebut dan didapati bahwa ketinggian air sangat beragam, mulai dari ketingian 50 cm hingga 100 cm. Namun hanya ada sebagian warga yang dievakuasi, dan sisanya memilih untuk bertahan di kediamannya.

Untuk diketahui, puluhan rumah yang berada di sepanjang pesisir Jakarta Utara tersebut diterjang banjir rob sejak Jumat 05 Juni 2020 malam.

Dan, Sabtu 06 Juni 2020 malam telah terjadi gerhana bulan. Hal ini juga mempengaruhi pasang surut air laut di pesisir utara Jakarta tersebut. Dikutip dari Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN), menyebutkan, fenomena gerhana bulan mempengaruhi pasang air laut.

Gravitasi bulan sendiri dapat menyebabkan pasang laut purnama ketika bumi, bulan dan matahari berada dalam satu garis lurus yang membuat pasang naik yang tinggi dan surut yang rendah, seperti yang terjadi di pesisir utara Jakarta tersebut,"jelas Humas  basarnas jakarta.