-->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Diduga Penuh Kecurangan, Kades Sungai Liuk Dilaporkan Dewi Wilona Ke Polisi

Saturday, June 06, 2020 | June 06, 2020 WIB Last Updated 2020-06-06T05:35:17Z

PORTALBUANA.COM SUNGAI PENUH. Di tengah pandemi Covid-19 masyarakat dihantui tanda tanya dan rasa penasaran siapa sebenarnya yang layak menerima Bantuan Langsung Tunai-Dana Desa (BLT DD) karena sampai hari ini belum  ada yang mengetahui siapa saja yang menerima BLT-DD di Desa Sungai Liuk.

Pemerintah Desa Sungai Liuk diduga terkesan menyembunyikan siapa-siapa saja yang menerima BLT-DD pada Daftar nama penerima Segala jenis bantuan tidak ada tertempel dikantor desa, diduga ada nya kecurangan dalam pembagian BLT DD dan telah menyalahi aturan Undang-undang no 14 tahun 2008 tetang keterbukaan informasi publik

Hal ini menuai protes dari warga Sungai Liuk, "Yang mana bantuan yang disalurkan banyak tak tepat sasaran, sehingga banyak orang kaya, staf desa dan keluarga Kades yang menerima BLT DD ini, kami selaku keluarga tidak mampu sangat berharap bantuan dari pemerintah desa sungai liuk, nyatanya kepala desa hanya mementingkan keluarga dan staf nya saja," ungkap warga yang tidak mau namanya ditulis.

Dengan Adanya protes masyarakat dan dibeberapa media online memberitakan tentang protes Masyarakat sungai liuk ini, akhirnya Aktivis Muda dari Kerinci (Dewi Wilonna) turun langsung kedesa untuk mengecek apakah benar adanya dugaan penyimpangan BLT DD tersebut.

"Saya sudah konfirmasi beberapa Masyarakat, sebelumnya hari senin 01/06/20 saya juga sudah menemui Kepala Desa, karena bagi saya ini adalah urusan pekerjaan jadi saya memberitahu Kades agar besok bisa bertemu dengan Kepala Desa Sungai Liuk, pas sekiranya pagi jam 9 hari selasa 02/06/20 saya datang kekantor Kepala Desa lagi, ternyata masyarakat sudah ramai disitu." Ujarnya.

Dia menambahkan, "Saya sempat mediasi dengan beberapa warga bahwa benar adanya pembagian BLT DD tumpang tindih, artinya dalam 1 kepala keluarga (KK) menerima bantuan lebih dari 1 dan penerima BLT DD ini kebanyakan dari keluarga Kades dan parahnya lagi ada staf Desa yang menerima, Masyarakat sangat memprotes hal ini, karena masih banyak yang lebih membutuhkan BLT DD ini," ungkap Dewi secara rinci kepada penulis.

Ditelusuri lebih dalam oleh Dewi aktivis Muda tersebut, terkait adanya laporan penerimaan BLT DD tersebut salah sasaran.

Namun bagi Dewi, yang namanya sudah menyalahi aturan itu tetap bersalah walaupun kadesnya sudah mengakui dan rencana Kades akan merefisi ulang penerima BLT DD tersebut, masyarakat sangat kecewa belum satu tahun pemerintahan Kades padahal kades dipilih untuk memperbaiki Desa dan memajukan Desa Sungai Liuk.

Karna banyaknya dugaan kecurangan masalah BLT DD di Desa Sungai Liuk ini, keprihatinan Dewi selaku aktivis dari Laskar Muda merasa jiwanya terpanggil dalam memperjuangkan hak masyarakat, karena masih banyak yang berhak menerima bantuan (BLT DD).

"Saya merasa sangat prihatin dengan nasib Masyarakat yang kurang baik nasibnya, kita berharap kades lebih mementingkan warga ketimbang staf dan perangkat Desa, padahal Kepala Desa dipilih oleh masyarakat, saya merasa kecewa jika ada kades yang menyalahi aturan dalam memimpin Desa." Ketus Dewi.

Tak berhenti sampai disitu, karena melihat banyaknya kejanggalan dalam masalah BLT DD di Desa Sungai Liuk ini maka Dewi Wilonna selaku aktivis resmi melaporkan Kades Sungai Liuk (Refelman) ke POLRES KERINCI agar bisa mempertanggung jawabkan atas dugaan kecurangan yang telah dilakukannya.

Himbauan Untuk selanjutnya para Kades dan Pemdes agar lebih teliti dalam pendataan Masyarakatnya, dengan memberikan pada yang lebih membutuhkan apa lagi saat sekarang ini tingginya angka kemerosotan ekonomi keluarga akibat dampak dari covid 19.

Penulis : Syafrizal, S.Pdi
Sumber : Aktivis (Dewi Wilonna)
×
Berita Terbaru Update
WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251