-->
Masuk

Notification

×

Iklan

Iklan

Gawat!!! Kades Pelak Naneh Kec Siulak Main Pecat Perangkat Desa Secara Sepihak.

Friday, June 05, 2020 | June 05, 2020 WIB Last Updated 2020-06-05T07:15:40Z

PORTALBUANA.COM KERINCI. Lagi -Lagi Kades buat ulah, karena Kurangnya pemahaman tentang aturan mengangkat dan memberhentikan perangkat desa, akhirnya menuai protes dari Perangkat Desa yang di pecat tanpa mengacu ke aturan yang Legal.

Seperti yang terjadi Pada pemberhentian 6 perangkat desa di Desa Plak Naneh, Kec Siulak Kab Kerinci Prov.Jambi secara sepihak dan mendadak hanya selembar petikan SK yang tidak ada kekuatan hukumnya.

Saat media ini menemui Salah satu perangkat Desa yang dipecat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan "Kami sangat terkejut sekali, karena selama ini kami melaksanakan tugas dengan baik, sampai siang  Rabu 3/6/2020 kami masih bersama-bersama dikantor Desa. Tau-taunya setelah shalat magrib ada yang mengantar Surat Keputusan Pemberhentian kami sebagai perangkat desa" ungkapnya

Kami 6 perangkat desa yang diberhentikan mengajukan surat keberatan dan sanggahan kepada Kepala Desa, dan kami akan menemui pihak pemdes Kab.Kerinci untuk minta penjelasan" tambah salah satu perangkat desa lainnya saat ditemui di lapangan dan juga kami akan menghadap lansung ke Bapak Bupati Kerinci pungkasnya.

Camat Siulak Sutarman,SE melalui Kasi Pemerintahan Tanti Triani,SE kamis 4/6/2020  saat dimintai keterangannya menjelaskan "pemberhentian sejumlah perangkat desa dilakukan sepihak tanpa satu alasan yang pasti, dan langsung menunjuk aparat desa baru tanpa melalui prosedur sesuai regulasi" Adalah sebuah kesalahan bagi kades "Ia menduga putusan yang dilakukan Kades tidak sesuai aturan dan sarat kepentingan. Pasalnya, pemecatan terhadap enam perangkat desa itu tanpa ada rekomendasi Camat Siulak sebagai landasan hukum, berarti Surat Keputusan Kades itu ilegal, besok kades akan kami panggil"pungkasnya Tanti.

Ini jelas kalau Kepala Desa Plak Naneh melanggar ketentuan Undang-Undang Desa Nomor 6Tahun 2014 dan Permendagri Nomor 83 Tahun 2015 atau yang diubah menjadi Permendagri Nomor 67 Tahun 2017".

Dari keterangan yang dihimpun bahwa Kades Desi Kasmila mengatakan tantang wartawan dan LSM "saya tidak takut dengan wartawan dan LSM masalah pemberitaan saya" kata salah satu warga Desa plak Naneh yang enggan disebutkan namanya menirukan ucapan Kades Desi Kasmila.
Seharusnya kades bisa memahami ketentuan aturan yang berlaku, dan syarat syarat untuk mengangkat dan memberentikan perangkat Desa, Bukan main sepak terjang begitu saja.

Berdasarkan terbitnya Surat Edaran Bupati Kerinci dengan nomor 140/04-29/III/DPMD tertanggal 16 April 2020 yang berisi bahwa pada poin 2 Kepala desa untuk mempedomani ketentuan tentang pemberhentian Perangkat Desa sesuai UU no 6 tahun 2014 tentang Desa, Pemendagri no 83 tahun 2015 yang telah diubah Pemendagri no 67 tahun 2017, tentang pengangkatan dan Pemberhentian perangkat desa.Dan juga berdasarkan Peraturan Daerah no 3 tahun 2016 tentan BPD dan Perangkat Desa, dalam pasal 45 ayat 3 dan 5 bahwa Perangkat desa diberhentikan dengan alasan : Meninggal Dunia, Permintaan Sendiri, atau diberhentikan karena usia Genap 60 tahu, dinyatakan sebegai terpidana yang diancam pidana paling sedikit 5 tahun, berhalangan tetap, Tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai perangkat desa.

Pada poin 3 menyebutkan perangkat desa yang melanggar larangan sebagai perangkat desa yang dimaksud pada poin 2, perangkat desa diberikan sanksi administrasi berupa teguran lisan, teguran tertulis, pemberhentian sementara dan pemberhentian.Sebab saat ini beberapa desa di Kerinci sudah muncul gejolak pemberhentian perangkat desa.

Setelah terbitnya Surat edaran Bupati Kerinci tersebut, kepala desa tidak bisa semena-mena tanpa alasan yang jelas memberhentikan perangkat desa.

Iwan.E selaku aktivis kerinci dan kota sungai Penuh angkat bicara ,Bila kades tidak ingin menuai masalah maka ikuti aturan yang berlaku dan apabila mementingkan kepentingan pribadi di atas golongan maka kita akan giring trus sampai di mana  salaku kades punya Hak untuk memberentikan dan mengkat perangkat Desa, jadi kades jangan mau di Provokasi oleh pihak manapun juga bila tidak ingin tersandung hukum, seperti hal nya yang terjadi pada Desa Pelak Naneh kecamatan sulak, malah kades berani menentang para Awak Media Dan LSM, kita akan giring dan bantu para perangkat Desa sesuai dengan aturan yang berlaku, pungkas iwan aktivis kerinci.

Sampai berita ini di turunkan kades Pelak Naneh  Desi Kasmila belum bisa di hubungi via Tlp dan WA. (Iwan.)
×
Berita Terbaru Update
WARTAWAN PORTAL BUANA, HANYA TERCANTUM DALAM BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU ANGGOTA YANG MASIH BERLAKU, DAN SURAT TUGAS, PASANG IKLAN, KONTAK KAMI VIA WA +6281371101251