WARTAWAN PORTAL BUANA YANG SAH, NAMA NYA TERCANTUM DI BOX REDAKSI, DIBEKALI DENGAN KARTU PERS DAN SURAT TUGAS, IKLANKAN USAHA ANDA BERSAMA KAMI,KONTAK KAMI

Iklan

APLIKASI PORTALBUANA

PBON LIVE STREAMING

Kadis Kominfo Ikuti Rakor Sosialisasi Indikator Kesehatan Masyarakat

Monday, June 08, 2020, June 08, 2020 WIB Last Updated 2020-06-08T16:38:04Z



PORTALBUANA.COM, LUBUKLINGGAU, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Lubuklinggau, H Lutfi Ishak bersama Kepala Dinas Kominfo Kota Lubuklinggau, Erwin Armeidi dan Kadinkes Kota Lubuklinggau, Cikwi mengikuti rapat koordinasi (Rakor) Sosialisasi Indikator Kesehatan Masyarakat dan Zonasi Penanganan Covid-19 di Daerah di Posko Induk GTPP Covid-19 Kota Lubuklinggau, Minggu (7/6/20).
Sama seperti sebelumnya Rakor tersebut  berlangsung via vidcon menggunakan aplikasi zoom dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tingkat Nasional.

Dalam arahannya, Sestama BNPB Harmensyah  menyampaikan setiap daerah harus menjalankan dan melakukan perhitungan soal penanganan Covid-19 dengan baik.
Sementara itu,  Indra Ditjen Bina Adwil menyampaikan setiap daerah harus melaporkan dan mensinkronisasikan data agar koordinasi setiap daerah dapat berjalan dengan baik dan data harus transparan. Diharapkan Pemda dapat menjalankan hal tersebut didaerah masing-masing.


Materi rapat disampaikan tim pakar yakni Wiku Adisasmiko dengan materi mengenai menuju Indonesia produktif dan aman Covid-19.
Menurutnya dari sektor ekonomi posisi indonesia saat ini cukup baik dibandingkan negara lain. Untuk menuju Indonesia produktif dan aman Covid-19 melalui berbagai macam tahapan yang dilakukan diantaranya tahap pra kondisi, tahap timing, tahap prioritas, tahap koordinasi pusat ke daerah, tahap pengawasan, pengendalian dan evaluasi. 

Wiku Adisasmiko juga menerangkan mengenai resiko daerah, klasifikasi sektor berdasarkan resiko penularan dan dampak ekonomi dan matriks status daerah dan katagori sektor ekonomi.

Sedangkan mengenai materi penentuan resiko kesehatan masyarakat disampaikan Dewi Nur Aisyah, seperti diketahui,  pada saat Covid-19 ditemukan November 2019 lalu, seiring dengan itu pula diciptakan sistem informasi teritegrasi pada April 2020 agar percepatan alur pencatatan Covid-19 dan juga menentukan lokasi rawan di Indonesia bisa dilakukan. 

Yang masuk di sistem ini bukan data kesehatan saja tetapi juga data logistik dan pelayanan kesehatan termasuk data ODP, PDP dan OTG dibawah Kementerian Kesehatan. Sistem ini juga bisa mengakses data disetiap daerah masing-masing. 

Terkait Indikator kesehatan menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19 ada 16 indikator dan dari data yang ada, ada penurunan pada data orang yang meninggal dunia karena Covid-19 dua minggu terakhir ini. (fendi/adv)
Komentar

Tampilkan

Terkini

Labuhanbatu

+